<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706719">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KEPEMILIKAN DAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI PROVINSI ACEH (ANALISIS DATA SSGI 2022)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Strinariswuri Sofi Riyadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan &#13;
kesehatan masyarakat di Provinsi Aceh, meskipun cakupan kepemilikan jaminan &#13;
kesehatan telah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara &#13;
kepemilikan dan pemanfaatan jaminan kesehatan dengan kejadian stunting pada &#13;
balita usia 0–59 bulan di Provinsi Aceh, serta membandingkannya berdasarkan &#13;
wilayah urban dan rural. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan &#13;
pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dari Survei Status Gizi Indonesia &#13;
(SSGI) tahun 2022, melibatkan 15.865 rumah tangga di 23 kabupaten/kota. Analisis &#13;
bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa prevalensi stunting di Aceh sebesar 31,7%, dengan proporsi sedikit lebih &#13;
tinggi di wilayah urban (32,4%) dibanding rural (31,2%). Kepemilikan jaminan &#13;
kesehatan tercatat sebesar 79,3%, sedangkan tingkat pemanfaatannya hanya 48,8%. &#13;
Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara kepemilikan jaminan kesehatan &#13;
dan kejadian stunting (p = 0,007), di mana balita tanpa jaminan kesehatan memiliki &#13;
risiko stunting lebih tinggi. Namun, pemanfaatan jaminan kesehatan tidak &#13;
berhubungan signifikan dengan stunting (p = 0,114). Analisis per wilayah &#13;
memperlihatkan bahwa hubungan antara pemanfaatan jaminan kesehatan dan stunting &#13;
hanya signifikan di wilayah rural (p = 0,024). Temuan ini menegaskan bahwa &#13;
kepemilikan jaminan kesehatan berperan penting dalam menurunkan risiko stunting, &#13;
terutama melalui peningkatan akses layanan kesehatan dasar, meskipun &#13;
pemanfaatannya masih perlu dioptimalkan agar lebih efektif mendukung upaya &#13;
pencegahan stunting di Aceh.&#13;
Kata Kunci: stunting, jaminan kesehatan, kepemilikan, pemanfaatan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH INSURANCE - GOVERNMENT- SPONSORED</topic>
 </subject>
 <classification>368.42</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-08 15:54:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-09 15:41:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>