<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706709">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SISTEM KERJA SHIFT DAN NON SHIFT DENGAN KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT  KELELAHAN PADA RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADIA FAJRINA PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rumah sakit sebagai layanan kesehatan yang berlangsung selama 24 jam &#13;
menerapkan sistem kerja shift dan non-shift untuk menjamin ketersediaan &#13;
pelayanan setiap waktu. Sistem kerja memiliki peran penting terhadap kondisi fisik &#13;
dan psikologis tenaga kesehatan, seperti radiografer. Kelelahan dan kualitas tidur &#13;
merupakan faktor yang dapat muncul akibat sistem kerja shift dan dapat berdampak &#13;
serius terhadap keselamatan kerja, khususnya pada radiografer yang terpapar &#13;
radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sistem kerja shift dan &#13;
non-shift dengan kualitas tidur dan tingkat kelelahan pada radiografer di Instalasi &#13;
Radiologi RSUDZA. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan &#13;
pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 52 radiografer yang dipilih &#13;
menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian &#13;
kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur (α= &#13;
0,83) dan kuesioner KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja) &#13;
untuk mengukur tingkat kelelahan (α= 0,911). Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
mayoritas radiografer memiliki kualitas tidur yang baik dan tingkat kelelahan yang &#13;
minimal. Analisis bivariat menggunakan rumus chi-square dan cramer’s V &#13;
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara sistem &#13;
kerja shift dan non-shift dengan kualitas tidur, p= 0,001 (0,25). &#13;
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sistem kerja shift dan non-shift &#13;
dengan tingkat kelelahan pada radiografer dengan p= 0,265 (&gt;0,05). Kesimpulan &#13;
penelitian ini adalah radiografer yang bekerja dengan sistem shift mayoritas &#13;
memiliki kualitas tidur yang buruk dan tingkat kelelahan yang kurang dibandingkan &#13;
dengan radiografer yang bekerja dengan sistem kerja non-shift.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kualitas tidur, radiografer, shift kerja, tingkat kelelahan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RADIOLOGY SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>616.075 75</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706709</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-08 14:47:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-08 15:14:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>