<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706683">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Carolina Oktavio Asyifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Pertambahan jumlah lansia di Indonesia setiap tahun diikuti dengan meningkatnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya risiko jatuh. Proses menua menyebabkan perubahan pada fungsi tubuh seperti kelemahan otot, penurunan keseimbangan, dan gangguan kognitif yang dapat mengurangi kemandirian lansia dalam melakukan Activity of Daily Living (ADL). Penurunan kemandirian tidak hanya meningkatkan ketergantungan pada orang lain, tetapi juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko jatuh. Jatuh pada lansia sering menimbulkan cedera serius, menurunkan rasa percaya diri, hingga berdampak pada kualitas hidup. Oleh karena itu, penting untuk menilai hubungan tingkat kemandirian dengan risiko jatuh, terutama pada lansia yang tinggal di panti sosial sebagai kelompok rentan.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 55 lansia menggunakan teknik total sampling. Tingkat kemandirian diukur dengan Barthel Index, sedangkan risiko jatuh dengan Morse Fall Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square.&#13;
Hasil: Mayoritas responden berusia 60–74 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Sebagian besar lansia memiliki ketergantungan dalam ADL dan berisiko jatuh. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kemandirian dengan risiko jatuh (p-value = 0,000; p &lt; 0,05).&#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari dengan risiko jatuh. &#13;
Kata Kunci: lansia, kemandirian, aktivitas sehari-hari, risiko jatuh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ELDERLY PERSONS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OLDER PERSONS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.043 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706683</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-08 11:23:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-08 15:59:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>