HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN PERILAKU BEROBAT KE LUAR NEGERI PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN PERILAKU BEROBAT KE LUAR NEGERI PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH


Pengarang

DEWI ARISKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

610

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fenomena masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri terus
meningkat setiap tahunnya. Data Indonesian Medical Tourism Board (IMTB)
menunjukkan lebih dari 1,2 juta warga Indonesia melakukan perjalanan medis
dengan pengeluaran mencapai Rp17 triliun per tahun. Kota Banda Aceh menjadi
salah satu daerah dengan kecenderungan tinggi terhadap perilaku ini. Telah
dilakukan penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik
menggunakan metode case-control dilakukan untuk mengetahui hubungan antara
faktor demografi dengan perilaku berobat ke luar negeri pada 206 responden yang
dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh melalui
kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman dan Koefisien
Kontingensi (α = 0,05). Hasil menunjukkan 51,0% responden pernah berobat ke
luar negeri, terutama ke Malaysia (49,5%), dengan alasan utama kualitas layanan
(40,3%) dan tenaga medis profesional (28,6%). Jenis kelamin (P = 0,000; r =
0,279;) dan ras atau etnis (P = 0,047; r = 0,160) berhubungan signifikan, sedangkan
usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan tidak. Disimpulkan bahwa perilaku
berobat ke luar negeri lebih dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya dan gender
dibanding ekonomi maupun pendidikan.
Kata kunci: Perilaku berobat ke luar negeri, faktor demografi, jenis kelamin, ras,
Banda Aceh.

The phenomenon of Indonesians seeking medical treatment abroad continues to increase annually. Data from the Indonesian Medical Tourism Board (IMTB) show that over 1.2 million Indonesians travel abroad for medical purposes, spending up to IDR 17 trillion per year. Banda Aceh City is among the regions with a high tendency toward this behavior. This quantitative study employed an observational analytic case-control design to examine the relationship between demographic factors and the behavior of seeking medical treatment abroad among 206 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected via an online questionnaire and analyzed using the Spearman Correlation and Contingency Coefficient tests at a 95% confidence level (α = 0.05). Results showed that 51.0% of respondents had sought medical treatment abroad, mainly to Malaysia (49.5%), with the most common reasons being better service quality (40.3%) and professional medical personnel (28.6%). Gender (P = 0.000; r = 0.279) and ethnicity (P = 0.047; r = 0.160) were significantly associated, whereas age, education, occupation, and income were not. It can be concluded that the behavior of seeking medical treatment abroad among Banda Aceh residents is more influenced by socio-cultural and gender factors than by economic or educational factors. Keywords: Medical treatment abroad, demographic factors, gender, ethnicity, Banda Aceh.

Citation



    SERVICES DESK