<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706667">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KESESUAIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA ANAK DI PUSKESMAS KUTA ALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raysha Saydina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada anak dapat menurunkan efektivitas terapi, meningkatkan risiko resistensi bakteri, serta menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan antibiotik yang sesuai dengan pedoman terapi. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien anak di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh tahun 2024 berdasarkan jenis antibiotik, dosis, interval waktu, durasi pemberian, potensi interaksi obat, dan indikasi penyakit. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan resep pasien anak di Puskesmas Kuta Alam periode Januari–Desember 2024. Dari total 3.126 kunjungan pasien anak, terdapat 322 anak menerima resep antibiotik, dan 197 di antaranya memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Mayoritas pasien berusia 5-10 tahun (35%) dan berjenis kelamin perempuan (51,3%). Diagnosis terbanyak adalah ISPA (58,4%). Antibiotik yang paling sering diresepkan ialah amoksisilin (82,2%). Berdasarkan evaluasi kesesuaian, didapatkan ketidaktepatan dosis sebanyak terdapat ketidaktepatan dosis pada 30 resep (15,2%), ketidaktepatan interval waktu pada 16 resep (8,1%), ketidaktepatan durasi 21 resep (10,7%), dan ketidaktepatan indikasi 1 resep (0,5%), dan tidak ditemukan potensi interaksi obat yang bermakna. Penggunaan antibiotik pada anak di Puskesmas Kuta Alam secara umum sudah sesuai dengan pedoman terapi, meskipun masih terdapat ketidaktepatan dalam dosis, interval, dan durasi pada sebagian resep. Diperlukan peningkatan ketelitian dalam penulisan resep dan kelengkapan data rekam medis untuk mendukung penggunaan antibiotik yang lebih rasional.&#13;
Kata kunci: Antibiotik, Anak, Kesesuaian Penggunaan, Puskesmas, Rasionalitas</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIBIOTICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHILDREN - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>615.329</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706667</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-04 14:46:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-05 09:01:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>