<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706643">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TIPE OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DENGAN FUNGSI PENDENGARAN DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAILA MARIZKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) merupakan peradangan kronis pada telinga tengah yang ditandai dengan perforasi membran timpani dan keluarnya cairan (otore) selama lebih dari 2 bulan baik terus menerus atau hilang timbul. Kondisi kronis ini dapat mengganggu transmisi suara dan merusak struktur telinga tengah sehingga berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tipe OMSK dengan fungsi pendengaran di Poliklinik THT-KL RSUDZA periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 100 pasien. Data dikumpulkan melalui rekam medis dengan metode total sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman Rank (hubungan tipe OMSK dengan derajat gangguan pendengaran), dan uji Koefisien Kontingensi (hubungan tipe OMSK dengan jenis tuli). Mayoritas pasien OMSK adalah berjenis kelamin perempuan (51%), usia 18-45 tahun (57%), tempat tinggal Aceh Besar (19%), pendidikan terakhir SMA (58%), keluhan utama berupa keluar cairan (81%), sisi telinga unilateral (71%) dan lama penyakit 1-5 tahun (42%). Fungsi pendengaran pasien paling banyak menunjukkan tuli campuran (51,2%) dengan derajat sedang berat (24%). Uji statistik menunjukkan bahwa tipe OMSK memiliki hubungan bermakna dengan fungsi pendengaran, baik terhadap derajat gangguan pendengaran maupun jenis tuli. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tipe OMSK dengan fungsi pendengaran.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Otitis Media Supuratif Kronis, jenis tuli, derajat gangguan pendengaran&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EAR DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>617.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706643</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-28 19:48:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 10:40:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>