<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706579">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI TINGGI PURIN, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS MEROKOK DENGAN KADAR ASAM URAT NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Aulia Fitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah. Pola hidup seperti kebiasaan makan, tingkat aktivitas fisik, serta perilaku merokok menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat, khususnya pada kelompok nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi tinggi purin, aktivitas fisik, dan status merokok dengan kadar asam urat pada nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 109 responden nelayan di PPS Kutaraja yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan instrumen Food Frequency Questionnaire (FFQ), International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan indeks Brinkman, serta pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat AutoCheck strip test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan di PPS Kutaraja memiliki kadar asam urat tinggi (70,6%) dengan rata-rata sebesar 8,22 mg/dL. Mayoritas nelayan sering mengonsumsi makanan tinggi purin (63,3%), memiliki tingkat aktivitas fisik berat (69,7%), serta tergolong perokok dengan kategori sedang (49,5%). Analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi konsumsi makanan tinggi purin (p &lt; 0,001; PR = 2,609; 95% CI =1,699-4,004), tingkat aktivitas fisik (p &lt; 0,001; PR = 2,138 ; 95% CI = 1,385-3,300), dan status merokok (p = 0,001; PR = 2,058; 95%CI = 1,180–3,589) dengan kadar asam urat. Pembatasan konsumsi makanan tinggi purin, pengelolaan aktivitas fisik, dan penghentian kebiasaan merokok menjadi langkah penting dalam upaya preventif untuk menurunkan risiko hiperurisemia pada nelayan di PPS Kutaraja.&#13;
&#13;
Kata kunci: Asam urat, Konsumsi Purin, Aktivitas Fisik, Merokok, Nelayan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOUT - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.399 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706579</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-22 20:28:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-24 10:11:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>