HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN DAN PERILAKU PEMELIHARAAN HIGIENE MULUT DENGAN KASUS TONSILITIS PADA ANAK DI PUSKESMAS JEULINGKE BANDA ACEH. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN DAN PERILAKU PEMELIHARAAN HIGIENE MULUT DENGAN KASUS TONSILITIS PADA ANAK DI PUSKESMAS JEULINGKE BANDA ACEH.


Pengarang
Dosen Pembimbing

Novina Rahmawati - 197511152002122003 - Dosen Pembimbing I
Irwan Saputra - 197810162003121002 - Dosen Pembimbing II
Winda Yulia - 198207152008122003 - Penguji
Teuku Husni T.R - 196606061997021001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010166

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.314

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar belakang: Tonsilitis merupakan peradangan pada tonsil palatina yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rhinovirus, adenovirus, dan coronavirus. Penyakit ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi dan menempati urutan kedua setelah nasofaringitis akut dengan prevalensi sebesar 3,8% di Indonesia. Tonsilitis dapat berkembang menjadi kronis apabila terjadi secara berulang. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tonsilitis antara lain higiene mulut yang buruk, kelelahan, serta pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Anak-anak usia 6–12 tahun merupakan kelompok yang paling rentan karena sering terpapar lingkungan luar dan memiliki kebiasaan mengonsumsi jajanan sekolah yang tidak memenuhi standar kesehatan serta berpotensi mengandung bahan berbahaya. Berdasarkan data dari Puskesmas Jeulingke, Kota Banda Aceh, tercatat sebanyak 296 kasus tonsilitis pada anak pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan dan perilaku pemeliharaan higiene mulut dengan kejadian tonsilitis pada anak di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke, Kota Banda Aceh.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Jeulingke Banda Aceh dengan jumlah sampel 56 responden dan waktu pengumpulan data dimulai pada tanggal 8 Agustus hingga 26 September 2025. Data diperoleh melalui kuesioner teruji (Sri Wahyuni, 2017) dan dianalisis menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan dengan tonsilitis (p = 0,020) dan didapatkan OR = 6,00 serta antara perilaku pemeliharaan higiene mulut dengan tonsilitis (p = 0,011) dan didapatkan OR = 4,359. Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima.

Background: Tonsillitis is an inflammation of the palatine tonsils, commonly caused by viral infections such as rhinovirus, adenovirus, and coronavirus. This disease is a common health problem and ranks second after acute nasopharyngitis, with a prevalence of 3.8% in Indonesia. Tonsillitis may become chronic when it occurs repeatedly. Several factors influence the incidence of tonsillitis, including poor oral hygiene, fatigue, and unhealthy dietary patterns. Children aged 6–12 years are the most vulnerable group, as they are frequently exposed to outdoor environments and tend to consume unhealthy school snacks that may contain harmful substances. Based on data from Jeulingke Public Health Center, Banda Aceh City, there were 296 recorded cases of tonsillitis among children in 2024. This study aimed to determine the relationship between food consumption and oral hygiene behavior with the incidence of tonsillitis among children in the working area of Jeulingke Public Health Center, Banda Aceh. Method: This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study was conducted at Jeulingke Public Health Center, Banda Aceh, involving 56 respondents, with data collection carried out from August 8 to September 26, 2025. Data were obtained using a validated questionnaire (Sri Wahyuni, 2017) and analyzed using the Chi-square test. Result: The results showed a significant relationship between food consumption and tonsillitis (p = 0.020) with an OR = 6.00, as well as between oral hygiene behavior and tonsillitis (p = 0.011) with an OR = 4.359. Therefore, H0 was rejected, and H1 was accepted.

Citation



    SERVICES DESK