<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706577">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN DAN PERILAKU PEMELIHARAAN HIGIENE MULUT DENGAN KASUS TONSILITIS PADA ANAK DI PUSKESMAS JEULINGKE BANDA ACEH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Daafa Rabbani Indrawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Tonsilitis merupakan peradangan pada tonsil palatina yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti rhinovirus, adenovirus, dan coronavirus. Penyakit ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi dan menempati urutan kedua setelah nasofaringitis akut dengan prevalensi sebesar 3,8% di Indonesia. Tonsilitis dapat berkembang menjadi kronis apabila terjadi secara berulang. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tonsilitis antara lain higiene mulut yang buruk, kelelahan, serta pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Anak-anak usia 6–12 tahun merupakan kelompok yang paling rentan karena sering terpapar lingkungan luar dan memiliki kebiasaan mengonsumsi jajanan sekolah yang tidak memenuhi standar kesehatan serta berpotensi mengandung bahan berbahaya. Berdasarkan data dari Puskesmas Jeulingke, Kota Banda Aceh, tercatat sebanyak 296 kasus tonsilitis pada anak pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan dan perilaku pemeliharaan higiene mulut dengan kejadian tonsilitis pada anak di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke, Kota Banda Aceh. &#13;
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Jeulingke Banda Aceh dengan jumlah sampel 56 responden dan waktu pengumpulan data dimulai pada tanggal 8 Agustus hingga 26 September 2025. Data diperoleh melalui kuesioner teruji (Sri Wahyuni, 2017) dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. &#13;
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan dengan tonsilitis (p = 0,020) dan didapatkan OR = 6,00 serta antara perilaku pemeliharaan higiene mulut dengan tonsilitis (p = 0,011) dan didapatkan OR = 4,359. Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TONSILITIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.314</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706577</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-21 15:18:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-21 15:53:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>