<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706539">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BAITURRAHMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raiful Fata</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah serta gangguan metabolisme lainnya. Selain menimbulkan dampak fisik, DM juga sering disertai dampak psikologis, seperti stres, yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas hidup pasien DM di Puskesmas Baiturrahman, Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 95 pasien DM yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian meliputi Diabetes Distress Scale (DDS-17) untuk mengukur tingkat stres dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) untuk menilai kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (60%) mengalami stres tingkat sedang. Pada aspek kualitas hidup, sebagian besar responden (68,4%) memiliki kualitas hidup sedang. Hasil uji statistik Spearman’s rho menunjukkan nilai p-value sebesar 0,006 dengan koefisien korelasi sebesar -0,279. Permasalahan emosional yang sering dialami pasien DM antara lain disebabkan oleh lamanya proses pengobatan, keharusan mengubah gaya hidup dengan menjalani diet ketat, serta ketakutan terhadap komplikasi dan risiko kematian. Stres yang dialami berdampak pada penurunan kualitas hidup, khususnya pada aspek fisik dan psikologis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pada pasien DM di Puskesmas Baiturrahman dengan kekuatan korelasi yang cukup.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STRESS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.462</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706539</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 13:25:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 14:53:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>