<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706535">
 <titleInfo>
  <title>CARA KOMUNIKASI DOKTER-PASIEN DIABETES MELITUS DI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD SABRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan penting di Kabupaten Pidie. Keberhasilan pengelolaan DM sangat bergantung pada komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara komunikasi dokter dan pasien DM di Kabupaten Pidie berdasarkan persepsi pasien, dokter, dan peneliti dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap 11 pasien dan 4 dokter di Puskesmas Glumpang Tiga dan Teupin Raya. Berdasarkan persepsi pasien, komunikasi dokter berlangsung dengan sapaan Islami, penggunaan bahasa Aceh, dan suasana konsultasi yang akrab. Berdasarkan persepsi dokter, komunikasi dilakukan dengan menggali keluhan pasien melalui pertanyaan terbuka dan tertutup, memberikan edukasi, serta menyesuaikan bahasa dengan latar belakang budaya pasien. Berdasarkan persepsi peneliti, komunikasi antara dokter dan pasien mengikuti tahapan greet, invite, dan discuss yang melibatkan penggunaan bahasa daerah, nilai kekeluargaan dalam interaksi. Temuan ini menggambarkan bahwa komunikasi dokter dan pasien di Kabupaten Pidie dipengaruhi oleh budaya lokal dan dapat dijelaskan melalui kerangka greet, invite dan discuss.&#13;
&#13;
Kata kunci: komunikasi dokter dan pasien, DM, budaya lokal, greet–invite–discuss, persepsi pasien–dokter–peneliti&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.462</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 12:21:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-20 15:12:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>