<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706497">
 <titleInfo>
  <title>UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP ENTEROCOCCUS FAECALIS YANG DIISOLASI DARI URINE PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NATASYA INAYAH ADIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Penanganan masalah ISK diperburuk oleh tingginya kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong kebutuhan untuk mencari agen antibakteri alternatif dari sumber alami. Biji alpukat (Persea americana Mill.) berpotensi menjadi solusi sebagai antibakteri karena kandungan senyawa bioaktifnya yaitu alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak biji alpukat dalam menghambat pertumbuhan bakteri yang diisolasi dari urine penderita ISK. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental laboratorium. Ekstrak biji alpukat diuji pada konsentrasi P20, P40, P60, dan P80 terhadap bakteri Enterococcus faecalis yang diisolasi dari urine pasien ISK. Pelarut yang digunakan adalah etanol 70%, Ampicillin digunakan sebagai kontrol positif, aquadest sebagai kontrol negatif. Efektivitas diukur berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey HSD untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis pada semua konsentrasi yang diuji. Terdapat perbedaan signifikan (p = 0,000) antara kelompok perlakuan, kontrol negatif, dan kontrol positif. Peningkatan konsentrasi ekstrak tidak berbanding lurus dengan peningkatan diameter zona hambat. Konsentrasi P20 menunjukkan daya hambat paling optimal terhadap Enterococcus faecalis, sementara konsentrasi yang lebih tinggi tidak memberikan peningkatan zona hambat yang signifikan. Disimpulkan bahwa ekstrak biji alpukat memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami untuk mengatasi infeksi bakteri penyebab ISK. &#13;
Kata Kunci: Ekstrak biji alpukat; Antibakteri; Infeksi Saluran Kemih; Enterococcus faecalis.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>URINARY DISEASES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>UROLOGIC DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-19 08:10:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-19 10:37:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>