<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706463">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH URBANISASI, PERTUMBUHAN PDB SEKTOR INDUSTRI, DAN PERTUMBUHAN PDB SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NUR HALIZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini mengkaji pengaruh urbanisasi, produk domestik bruto (PDB) dari sektor industri, dan PDB dari sektor transportasi terhadap emisi gas rumah kaca, dengan membedakan efeknya dalam rentang waktu jangka pendek dan jangka panjang. Analisis dilakukan dengan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan data tahunan dari tahun 2000 hingga 2024. Temuan utama menunjukkan bahwa urbanisasi dalam jangka panjang secara substansial mendorong peningkatan emisi gas rumah kaca, artinya bahwa ekspansi perkotaan berkontribusi pada penurunan kualitas lingkungan. Di sisi lain, sektor industri dan transportasi menunjukkan pola pengaruh yang lebih bervariasi; PDB industri dapat memicu peningkatan emisi dalam waktu singkat namun tidak menunjukkan dampak signifikan dalam periode yang lebih panjang, sementara PDB transportasi berpotensi meningkatkan emisi dalam jangka panjang meskipun dampaknya tidak selalu kuat. Secara keseluruhan, penelitian ini menggaris bawahi bahwa konsekuensi lingkungan dari elemen-elemen pembangunan ini lebih terasa dan penting dalam perspektif jangka panjang, yang menuntut pendekatan kebijakan mitigasi emisi yang disesuaikan untuk setiap rentang waktu.&#13;
Kata kunci: ARDL, Emisi Gas Rumah Kaca, PDB Industri, PDB Transportasi, Polusi Lingkungan, Urbanisasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC GROWTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GREENHOUSE EFFECT</topic>
 </subject>
 <classification>363.738 74</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706463</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-18 11:23:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-19 11:56:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>