ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUDZA TAHUN 2025 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUDZA TAHUN 2025


Pengarang

DIMAS WIRANGGA DARSONO - Personal Name;

Dosen Pembimbing

H. Said Usman - 197010151992031004 - Dosen Pembimbing I
Nasrul Musadir - 197604242008121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2207101010134

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.241

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menjadi penyebab mortalitas tertinggi pada balita di dunia dan Indonesia. Angka penemuan pneumonia pada balita di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) sebesar 83 kasus pada tahun 2024 dan 12 kasus pada bulan Januari 2025. Penelitian terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia masih sedikit, khususnya di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi, status gizi, pengetahuan ibu, kebiasaan merokok keluarga, dan kepadatan hunian terhadap kejadian pneumonia pada balita di RSUDZA tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel didapatkan sebanyak 31 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan jawaban dari kuesioner yang dianalisis dengan chi square dan regresi logistik ganda. Hasil uji chi square didapatkan yaitu usia (p value = 1,000), jenis kelamin (p value = 0,335), berat badan lahir (p value = 1,000), kelengkapan imunisasi (p value = 0,022), status gizi (p value = 0,031), pengetahuan ibu (p value = 0,63), kebiasaan merokok keluarga (p value = 0,002) dan kepadatan hunian (p value = 1,000). Hasil uji regresi logistik ganda didapatkan kelengkapan imunisasi (p value = 0,041). Kesimpulan yang didapatkan bahwa status gizi, kelengkapan imunisasi, dan kebiasaan merokok keluarga berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di RSUDZA tahun 2025 dengan kelengkapan imunisasi sebagai faktor yang paling berpengaruh.

Pneumonia is an acute respiratory tract infection and remains the leading cause of mortality among under-five children worldwide and in Indonesia. The number of pneumonia cases among children under five at Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) was recorded at 83 cases in 2024 and 12 cases in January 2025. Research on factors related to the incidence of pneumonia is still limited, particularly in Aceh. This study aimed to examine the relationship between age, sex, birth weight, exclusive breastfeeding, immunization completeness, nutritional status, maternal knowledge, family smoking habits, and housing density with the incidence of pneumonia among under-five children at RSUDZA in 2025. This study employed an analytical survey with a cross-sectional design. A total of 31 respondents were obtained using purposive sampling. Data were collected through interviews and questionnaires, and analyzed using chi-square and multiple logistic regression tests. The chi-square test results showed the following: age (p value = 1.000), sex (p value = 0.335), birth weight (p value = 1.000), immunization completeness (p value = 0.022), nutritional status (p value = 0.031), maternal knowledge (p value = 0.63), family smoking habits (p value = 0.002), and housing density (p value = 1.000). The multiple logistic regression analysis revealed that immunization completeness (p value = 0.041) was the most influential factor. In conclusion, nutritional status, immunization completeness, and family smoking habits were significantly associated with the incidence of pneumonia among children under five at RSUDZA in 2025, with immunization completeness being the most influential factor.

Citation



    SERVICES DESK