<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706327">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM) TERHADAP JUMLAH  SEL- SEL SPERMATOGENIK DAN KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS  PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR YANG DIBERI PAKAN TINGGI  LEMAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LIDANG M SILABAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Veteriner</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tomat  (Lycopersicum esculentum)   merupakan salah  satu  sayuran  kaya  akan serat   kasar,   protein,   karbohidrat   dan  antioksidan   seperti   vitamin  E,  vitamin   C, flavonoid  dan  lycopen.yang  penting  untuk  kesehatan.   Buah    tomat  selain  sebagai sayuran juga  banyak  dimanfaatkan masyarakat   untuk  mengobati  beberapa  penyakit antara  lain  sebagai   antiradang,  anti  kanker  terutama  kanker  prostat.    hipertensi  dan penyakit jantung  koroner,  menurunkan  kadar     lemak  yang  tinggi  dan  menurunkan jumlah   kolesterol  LDL di   dalam  hati  (Fuhrahman,  dkk .,  1997, Sulistyowati,  2006 dan Muchtar.  2008). Basil penelitian  Mucktar  (2008)   menunjukan bahwa  pemberian jus tomat sebanyak 30 mL/KgBB/hari selama 2 minggu   dapat  menurunkan kolesterol LDL  tikus  putih   (Rattus  norvegieus)  secara   signifikan.   Selain  berefek antihiperlipidemia,  tomat      juga      memberikan       pengaruh      terhadap       kualitas spermatozoa.    Pemberian   jus   buah   tomat   dapat   meningkatkan  secara   signifikan kualitas   spermatozoa  tikus   yang   terpapar   asap   rokok.   Meskipun   telah   banyak penelitian yang  menunjukan   khasiat  dari buah  tomat,     baik     untuk   hiperlipidemia maupun     infertilitas     pria,     namun kenyataannya masih sedikit penelitian yang membuktikan  hubungan  ke tiga unsur  diatas. Oleh karena  itu, peneliti tertarik  untuk meneliti pengaruh  pemberian  ekstrak  buah tomat  terhadap kadar  lemak  serum,  berat testis, kualitas spermatozoa dan sel-sel spermatogenik  (jumlah sel spermatogonia, sel spermatosit,  sel spermatid dan  sel Sertoli) pada  tiap tubulus seminiferus  testes  tikus putih (Rattus  norvegicus)  strain  wistar yang diberi  pakan tinggi  lemak.&#13;
Penelitian  ini diharapkan  dapat  memberikan  dasar  ilmiah dalam  penggunaan ekstrak buah tomat untuk mengatasi masalah infertilitas pria yang diakibatkan oleh hiperlipidemia,  juga   memberikan   altematif  lain   untuk   terapi   kombinasi  dalam mengatasi  infertilitas pria yang disebabkan  oleh hyperlipidemia. Selain itu juga memberikan    informasi    tentang    hubungan    hiperlipidemia   dengan    kadar    kadar kolesterol serum, berat  testis, kualitas  spermatozoa  dan sel-sel spermatogenik  (jumlah sel  spermatogonia.  sel spermatosit,  sel spermatid  dan  sel Sertoli) pada  tiap tubulus seminiferus.&#13;
Penelitian ini merupakan  penelitian experimental  laboratorik menggunakan sejumlah   sampel  tikus  jantan   yang  diberi  pakan   tinggi   lemak.  Rancangan  yang digunakan   pada  penelitian   ini  adalah  rancangan   The  Postest   Only   Control Group Design.   dengan  5 kelompok  perlakuan.  Kelompok  I   sebagai   kontrol  negatif (KN) yaitu  tikus  yang  tidak  diberi  pakan  standar  selama  60  hari.  Kelompok  2  sebagai kontrol  positif   (KP)  yaitu tikus yang  diberi pakan  tinggi  lemak tanpa  diberi ekstrak buah  tomat  selama  60 hari.  Kelompok  3  sebagai  perlakuan  I (K,) yaitu tikus  yang diberi pakan  tinggi  lemak dan   l 0 mg/Kg  bb ekstrak  tomat  setiap hari selama 60 hari. Kelompok  4 sebagai  perlakuan  2 (K3) yaitu tikus  yang diberi pakan  tinggi  lemak dan 20 mg/Kg  bb ekstrak tomat  setiap  hari selama 60 hari. Kelompok  5 sebagai  perlakuan 3(K,) yaitu  tikus  yang  diberi  pakan  tinggi  lemak   dan   40 mg/Kg  bb ekstrak  tomat&#13;
sctiap hari selama 60 hari.  Masing-masing kelompok pcrlakuan diulangi  scbanyak  5 kali.&#13;
Berat   testis   dianalisis   dengan    menimbang    testis  kanan.  Parameter  berat organ merupakan  indikator yang  baik  untuk   menunjukkan   aktivitas  pertumbuhan sci   dan    aktivitas    sekresi    endokrin.    Testis  merupakan    tempat    pembentukan  spermatozoa  dari  sel-sel  germinativum primitif dan  terdapat  sel-sel   Leydig   yang mensekresikan  testosteron ke dalam darah.&#13;
Basil analisis  statistik  menggunakan analisis of variance (ANOVA)  pola satu&#13;
arah  terhadap   persentase motilitas   spermatozoa menunjukan ada  perbedaan  yang bermakna  (p0,05)  dibandingkan dengan  perlakuan KN.  Hasil  ini  membuktikan  bahwa pemberian pakan  tinggi   lemak  dapat menurunkan berat  testis tikus  putih.  Hal  ini sesuai dengan  dilaporkan oleh beberapa peneliti  bahwa  pemberian pakan tinggi lemak pada  tikus  putih  mengakibatkan terjadinya atrofi    testis   yang  dikuti  dengan  terjadi penurunan berat  testis  (Yamamoto dkk.,  I 999).  Penurunan  berat  testis  tikus  putih pada  kelompok KP   ini   kemungkinan juga  disebabkan   karena pakan  tinggi  lemak akan membentuk  radikal   bebas   sehingga  akan  merusak membran  sel - sel ephitel germinal  tubuli  seminiferi testis.   Hiperlipidemia punya  pengaruh  terhadap  sel epitel germinal   di   dalam   tubuli   seminiferi  testis,   sehingga   set   epitel   germinal   yang dihasilkan    terganggu    pertumbuhannya   dan    perkembangannya.   Terganggunya pertumbuhan   dan   perkembangan   sel   epitel    germinal    tersebut akhirnya    akan menyebabkan    produksi   spermatozoa   yang    dihasilkan    menjadi menurun   (Feng,&#13;
2005).  Sedangkan  pada   kelompok  pemberian  ekstrak   tomat   dan   pakan   tinggi kolesterol berat  testis  lebih tinggi  secara  nyata dibandingkan dengan kelompok tikus yang  diberi   pakan   tinggi  lemak   (KP).   Hasil  ini  membuktikan  bahwa   pemberian ekstrak  tomat  berperan aktif dalam   melindungi  testis   dari kerusakan,  bahkan  juga meningkatkan  berat   testis   walaupun   tidak    nyata   seperti    yang    terlihat    pada  kelompok K dan Ka,  terjadi peningkatan berat dibandingkan kelompok KN.   Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa berat testis  pada  kelompok pemberian ekstrak tomat  dosis  IO  mg/kgbb  lebih  tinggi  secara  tidak  bermakna (P&gt;0,05)  dibandingkan&#13;
dengan   dosis 20 mg/kgbb dan 40 mg/kgbb.  Hasil ini menunjukan bahwa kandungan bahan aktif yang bersifat sebagai  antioksidan berbeda  antar  dosis.  Makin tinggi  dosis ekstrak  tomat dosis, makin  tinggi  kandungan antioksidan dan akan memberikan efek negatif terhadap berat testis.&#13;
Berdasarkan hasil  pengamatan struktur    histologi  tubulus  seminiferus   testis&#13;
dapat   diketahui   bahwa  pada  kelompok kontrol  negatif (KN)   yaitu   kelompok tikus yang  diberi  pakan   standar  membrana basalis    dan    tahapan    perkembangan  serta  susunan  sel   spermatogeniknya  ke  arah   lumen   tubulus tampak   jelas,   dan   padat.&#13;
Lumcnnya penuh  dengan spermatozoa. Asosiasi sci spcrmatogenik tersusun berlapis&#13;
sesuai   dcngan   tingkat   pcrkembangannya   dari  membran  basalis menuju kc arah lumen tubulus yakni spermatogonia,   spermatosit,  dan  spermatid serta lumen tampak terisi penuh  olch spermatozoa.  Hal ini menunjukan  bahwa  proses   spermiogenesis berjalan  secara  normal.  Pada  kelompok kontrol positif (KP) yaitu tikus yang  diberi pakan tinggi lemak   terjadi   kerusakan  pada dinding tubulus  seminiferus,   walaupun spermatogonia  tampak  jelas   berderet  di  lamina basalis  tetapi  susunan  antar  sel­ sel spermatogeniknya   renggang,   tidak  rapat,   jumlah lapisan   sel   menuju   lumen pendek.    Lumen   tampak  lebar  dan agak  longgar, di   dalamnya    terdapat    sel-sel spermatozoa   yang  berjumlah  sedikit  dengan ekor tampak  terpisah  dengan  kepala, antar      tubulus   seminiferus      sating      berlekatan.   Longgamya       susunan      sel spermatogenik  tubulus seminiferus   testis  pada  kelompok perlakuan  ini  disebabkan oleh   karena  berkurangnya jumlah  spermatid dan  adanya  gangguan  spermiogenesis sehingga  spermatid  terhambat  untuk   berdiferensiasi  menjadi spermatozoa.  Hal  ini kemungkinan dikarenakan adanya peningkatan  radikal  bebas  yang  disebabkan oleh pemberian tinggi lemak.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPERM</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-07 10:31:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-12 10:25:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>