GERAKAN PEREMPUAN DALAM MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GERAKAN PEREMPUAN DALAM MENANGGULANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Afnidawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Dosen Pembimbing I
Aminah - 199211142019032015 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2010103010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

305.42

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kerusakan lingkungan di Kota Banda Aceh semakin kompleks dengan meningkatnya timbulan sampah rumah tangga, dominasi penggunaan plastik sekali pakai, serta keterbatasan fasilitas pengelolaan limbah, yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat terutama perempuan sebagai kelompok rentan yang menghadapi beban ganda dalam urusan domestik dan kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, kontribusi, serta efektivitas gerakan perempuan dalam menanggulangi kerusakan lingkungan di Banda Aceh dengan menggunakan teori ekofeminisme Vandana Shiva yang menekankan keterhubungan perempuan dengan alam sebagai dasar perlawanan terhadap eksploitasi ganda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta melibatkan informan dari akademisi, aparat pemerintah, aktivis lingkungan, jurnalis, dan penggerak komunitas perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan sebagai penggerak utama dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, dan pembentukan kesadaran kolektif masyarakat. Keterlibatan mereka memberikan dampak nyata berupa pengurangan timbulan sampah, penciptaan nilai tambah ekonomi, penguatan solidaritas sosial, serta integrasi nilai budaya, agama, dan pendidikan dalam gerakan lingkungan. Dari perspektif ekofeminisme, gerakan perempuan di Banda Aceh merupakan wujud politik lingkungan yang menghadirkan alternatif keadilan ekologis dan sosial. Kesimpulannya, kontribusi gerakan perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan sangat signifikan, namun masih membutuhkan dukungan kebijakan, fasilitas, dan pengakuan struktural agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Gerakan Perempuan, Teori Ekofeminisme, Kerusakan Lingkungan Di Banda Aceh

Environmental degradation in Banda Aceh has become increasingly complex, marked by the rising volume of household waste, the dominance of single-use plastics, and the limited availability of waste management facilities, all of which directly affect the quality of life of the community, particularly women as a vulnerable group who face a double burden in domestic responsibilities and family health. This study aims to analyze the roles, contributions, and effectiveness of women’s movements in addressing environmental degradation in Banda Aceh by employing Vandana Shiva’s ecofeminism theory, which emphasizes the interconnection between women and nature as a foundation for resistance against dual exploitation. The research applies a descriptive qualitative method using observation, in-depth interviews, and documentation, involving informants from academics, government officials, environmental activists, journalists, and women-led community organizers. The findings reveal that women play a central role as key actors in waste management, environmental education, and the development of collective community awareness. Their involvement has produced tangible impacts such as reducing waste generation, creating economic added value, strengthening social solidarity, and integrating cultural, religious, and educational values into environmental movements. From the perspective of ecofeminism, women’s movements in Banda Aceh represent a form of environmental politics that offers alternatives for ecological and social justice. In conclusion, women’s contributions to environmental preservation are highly significant, yet greater support in terms of policy, facilities, and structural recognition is still required to ensure that these movements can operate optimally and sustainably. Keywords: Women’s movement, ecofeminist theory, environmental degradation in Banda Aceh

Citation



    SERVICES DESK