PENGARUH MUTU DAN TEBAL SELIMUT TERHADAP KOROSI BETON BUSA BERTULANG (REINFORCED FOAMED CONCRETE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH MUTU DAN TEBAL SELIMUT TERHADAP KOROSI BETON BUSA BERTULANG (REINFORCED FOAMED CONCRETE)


Pengarang

NYAK YULIZA VETRIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0909200060008

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

693.54

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton busa merupakan salah satu bahan alternatif elemen konstruksi. Dalam aplikasinya, beton busa juga menggunakan tulangan untuk menahan gaya tarik. Salah satu kelemahan tulangan adalah sangat rentan terhadap korosi. Faktor mutu dan tebal selimut beton sangat mempengaruhi terjadinya korosi pada tulangan beton. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh mutu dan tebal selimut beton terhadap korosi tulangan beton busa bertulang. Penelitian atas tiga variasi mutu yaitu 15 MPa, 20 MPa dan 25 MPa serta dua variasi tebal selimut yaitu 2 cm dan 5 cm. Benda uji berbentuk plat berukuran
110 cm x 60 cm x 8 cm sebanyak 4 buah menggunakan tulangan jaring kawat baja polos
06 mm denganjarak antar tulangan 10 cm x 10 cm dirangkai manual sebanyak satu lapis serta media perendaman larutan NaCl dan air sumur. Pengukuran potensial korosi dilakukan selama 3 bulan dengan interval waktu pengukuran 2 minggu sekali menggunakan metode Half Cell Potential dengan elektroda acuan CSE. Dengan metode ini, semakin negatif nilai potensial korosi suatu bahan maka semakin tinggi tingkat resiko korosi bahan tersebut. Hasil penelitian nilai potensial korosi rata-rata tertinggi untuk f' 15 MPa, 20 MPa dan 25 MPa masing-masing -317 mV, -230 mV dan -307 mV. Nilai potensial korosi rata-rata tertinggi tebal 2 cm dan 5 cm masing-masing -317 mV dan -237 mV dan nilai potensial korosi rata-rata terendah tebal 2 cm dan 5 cm masing-masing -180 mV dan -67 mV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara mutu beton busa belum menimbulkan perbedaan tingkat resiko korosi. Hal ini dikarenakan beton masih dalam tahap inisiasi korosi belum tahap propogasi korosi, sehingga semua variasi mutu beton berada dalam tingkatan yang sama yaitu tingkat resiko korosi rendah/menengah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variasi ketebalan selimut beton busa memberikan pengaruh terhadap nilai potensial korosi, dimana tebal 5 cm memiliki nilai potensial korosi lebih rendah dibanding tebal 2 cm.


Kata Kunci : Beton busa bertulang, korosi tulangan beton, mutu beton dan tebal selimut
beton, Metode Half-cell Potential.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK