ANALISIS CITRA SATELIT PERUBAHAN GARIS PANTAI SABANG WILAYAH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS CITRA SATELIT PERUBAHAN GARIS PANTAI SABANG WILAYAH BARAT


Pengarang

Abdillah Fauzan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maria Ulfah - 198611202014012101 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Irham - 197108211999031001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111101010108

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.457

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemajuan teknologi penginderaan jauh menjadikan citra satelit sebagai metode yang efektif untuk menganalisis perubahan garis pantai secara temporal. Penelitian ini memanfaatkan citra satelit Landsat 8 multi-temporal (2016–2024) untuk mengidentifikasi dinamika garis pantai di pesisir barat Kota Sabang, khususnya Desa Iboih dan Desa Paya. Penelitian Analisis dilakukan menggunakan metode Normalized Difference Water Index (NDWI) pada perangkat lunak ArcGIS 10.8 dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk menghitung laju perubahan garis pantai melalui parameter End Point Rate (EPR). Hasil menunjukkan bahwa perubahan garis pantai berlangsung secara fluktuatif dan tidak merata, dengan abrasi yang lebih dominan dibandingkan akresi. Periode 2022–2023 mencatat abrasi ekstrem di Desa Paya (EPR –14,08 m/tahun) dan akresi tertinggi di Desa Iboih (EPR 9,62 m/tahun). Desa Paya memiliki dinamika garis pantai paling aktif dengan fluktuasi tinggi antara abrasi dan akresi dalam periode yang sama. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan pesisir yang berbeda sesuai karakteristik wilayah, seperti perlindungan fisik atau rehabilitasi vegetasi di area abrasi, serta penataan lahan di area akresi untuk menghindari dampak lingkungan negatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan perlindungan dan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan di Kota Sabang.
Kata Kunci: Perubahan garis pantai, Landsat 8, NDWI, DSAS, Sabang.

The advancement of remote sensing technology has made satellite imagery an effective method for temporally analyzing shoreline changes. This study utilizes multi-temporal Landsat 8 satellite imagery (2016–2024) to identify shoreline dynamics along the western coast of Sabang City, particularly in Iboih Village and Paya Village. The analysis was conducted using the Normalized Difference Water Index (NDWI) method in ArcGIS 10.8 and the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) to calculate shoreline change rates through the End Point Rate (EPR) parameter. The results indicate that shoreline changes occur in a fluctuating and uneven manner, with erosion being more dominant than accretion. The 2022–2023 period recorded extreme erosion in Paya Village (EPR –14.08 m/year) and the highest accretion in Iboih Village (EPR 9.62 m/year). Paya Village exhibited the most active shoreline dynamics, with high fluctuations between erosion and accretion within the same period. These findings highlight the need for coastal management strategies tailored to the characteristics of each area, such as physical protection or vegetation rehabilitation in erosion-prone zones, and land-use planning in accretion areas to prevent negative environmental impacts. This study is expected to serve as a basis for sustainable coastal protection and management planning in Sabang City. Keywords: Shoreline change, Landsat 8, NDWI, DSAS, Sabang.

Citation



    SERVICES DESK