Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERAN BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN BENER MERIAH DALAM MENGATASI KASUS TINDAK KEKERASAN TERHADAP ANAK TAHUN 2011 - 2014
Pengarang
ADELIA SYAHFITRI HASIBUAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0910103010015
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bener Meriah sering menjadi perbincangan masyarakat pada umumnya. Dibentuknya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Bener Meriah untuk menjawab permasalahan tentang perempuan dan anak. BPPPA Kabupaten Bener Meriah tidak peduli dan tidak melakukan kerja apapun dalam mengatasi masalah kekerasan anak. Sehingga masyarakat tidak paham bahayanya kekerasan anak, tidak mengetahui tempat untuk melaporkan kasus tersebut, dan tidak memiliki pendamping untuk menghilangkan trauma.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BPPPA dalam melindungi dan mengatasi kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bener Meriah, untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh BPPPA dalam mengantisispasi kekerasan anak di Kabupaten Bener Meriah, dan untuk mengetahui dan menjelaskan kendala yang dihadapi BPPPA Kabupaten Bener Meriah dalam memberikan perlindungan terhadap anak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yang dilakukan dengan cara wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait.
Hasil penelitian ini mejelaskan bahwa BPPPA Kabupaten Bener Meriah belum melakukan peranannya dengan baik. Masih ada hak dan kewajiban yang belum dijalankan dengan semestinya sebagai lembaga pemerintahan. Walaupun telah ada kerjasama dan upaya yang dilakukan oleh BPPPA dalam mengatasi kasus kekerasan pada anak, tetapi tugas-tugas masih belum dilakukan sesuai qanun yang ditetapkan. Masalah dana anggaran, kurangnya SDM yang berpengalaman serta kekerasan merupakan aib keluarga menjadi kendala BPPPA dalam menjalankan perannya dalam mengatasi kasus kekerasan anak.
Kesimpulan menunjukkan bahwa, peran BPPPA Kabupaten Bener Meriah belum melakukan pelaksanaan yang nyata, walaupun adanya kerja sama dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kasus kekerasan anak, tetapi masih ada kendala dalam masalah anggaran,SDM dan kekerasan merupakan aib keluarga. Solusinya Pemerintahan Daerah dan BPPPA di Kabupaten Bener meriah harus lebih gigih dalam melakukan pencegahan kekerasan anak.
Kata Kunci : Peran BPPPA, Kekerasan Anak, Kabupaten Bener Meriah.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (STUDI KASUS DP3A PROVINSI ACEH) (Atikah Uzdah, 2025)
PERAN PENDAMPING PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM PENANGANAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI ACEH (MULIA RAHMAYANI, 2025)
UPAYA HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN CITRA PADA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK ACEH (Rika Lestari, 2014)
TINDAK PIDANA KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK YANG MENYEBABKAN KEMATIAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIMPANG TIGA REDELONG BENER MERIAH) (Tika Seni Wati, 2021)
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DPPPA) ACEH DALAM MENCEGAH TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BANDA ACEH (SYITRATUL MAULANA, 2025)