<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706099">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI MUARA SUNGAI KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yalfakh Redha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sungai Krueng Aceh merupakan salah satu sungai besar yang mengaliri wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, dengan panjang ±145 km dan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±1,681.05 km². Sungai ini berhulu di pegunungan Bukit Barisan dan bermuara di Selat Malaka. Daerah alirannya terdiri dari beberapa sub-sub aliran seperti Krueng Seulimeum, Krueng Keumireu, Krueng Inong, dan Krueng Jreu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makrozoobentos di muara Krueng Aceh. Penelitian dilakukan pada bulan Februari dengan pengambilan sampel makrozoobentos secara langsung di lokasi muara. Metode yang digunakan mencakup analisis parameter fisika dan kimia perairan serta identifikasi biota bentik secara morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,61 yang tergolong dalam kategori sedang, indeks keseragaman (E) sebesar 0,80 yang mencerminkan penyebaran individu yang cukup merata antar spesies, dan indeks dominansi (D) sebesar 0,40 yang menunjukkan tidak adanya spesies yang mendominasi secara signifikan dan nilai kepadatan yang didapatkan sebesar 2.983 individu/m² dengan kondisi lingkungan yang sangat mendukung pertumbuhan makrozoobentos, baik dari segi substrat maupun kualitas air. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi ekosistem di muara sungai Krueng Aceh masih tergolong stabil dan mendukung kehidupan berbagai jenis makrozoobentos.&#13;
Kata kunci: makrozoobentos, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, krueng Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ESTUARIES - ECOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>577.786</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706099</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 15:03:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-04 10:46:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>