<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706077">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN INFUSORIA YANG BERBEDA TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD AL-KAUSAR. RM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infusoria sebagai salah satu pakan alami seharusnya dapat meningkatkan pertumbuhan larva dan kelulushidupan larva dikarenakan infusoria mengandung sekitar 36,82% protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian infusoria yang berbeda terhadap sintasan dan pertumbuhan larva ikan kakap putih (Lates calcarifer). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan dilakukan 4 kali ulangan. Parameter pada penelitian ini meliputi pertumbuhan panjang dan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), rasio konversi pakan (FCR), Perkembangan larva, Kelangsungan hidup dan Kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan Panjang dan berat mutlak terbaik diperoleh pada perlakuan D (frekuensi 4 kali sehari) dan C (frekuensi 3 kali sehari). Kelangsungan hidup terbaik pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan C (frekuensi 3 kali sehari) dengan nilai 84% lebih baik dari pada perlakuan D (frekuensi 4 kali sehari) dengan nilai 57%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian infusoria dengan frekuensi yang berbeda memberikan pertumbuhan terbaik pada perlakuan D dan perlakuan C. Pemberian infusoria dengan frekuensi 3 kali sehari memberikan kelangsungan hidup terbaik dengan nilai tertinggi yaitu 84%. Pemberian infusoria dengan frekuensi 3 kali sehari dapat dijadikan acuan utama untuk pembudidaya dalam pemeliharaan larva ikan kakap putih (Lates calcarifer), karena frekuensi 3 kali sehari juga dapat memberikan kelangsungan hidup yang baik untuk pemeliharaan larva ikan kakap putih (Lates calcarifer).&#13;
Kata Kunci: Infusoria, frekuensi, ikan kakap putih, pertumbuhan larva, kelangsungan   hidup&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH CULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISH HATCHERIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEEDS - NURSERY PRODUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>639.31</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706077</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 14:05:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-04 10:00:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>