<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706059">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PRODUKTIVITAS SERASAH MANGROVE PADA KAWASAN EKOSISTEM MANGROVE DI SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sapta Hermawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan / Prodi Ilmu Kelautan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian tentang analisis produktivitas serasah mangrove pada kawasan ekosistem mangrove di Sabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat produktivitas serasah mangrove dan pengaruh faktor lingkungan terhadap produktivitas serasah di ekosistem mangrove Sabang. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun, yaitu Stasiun I (Balohan), Stasiun II (Jaboi), dan Stasiun III (Iboih) selama Juli hingga Agustus 2025 dengan menggunakan litter trap berukuran 1 m² pada interval setiap 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas serasah bervariasi antarstasiun dan antarperiode pengamatan, periode pertama dengan nilai tertinggi di Stasiun III (2,42 g/m²/hari) dan terendah di Stasiun I (0,92 g/m²/hari), sedangkan periode kedua dengan nilai tertinggi di Stasiun II (1,55 g/m²/hari) dan terendah di Stasiun I (0,19 g/m²/hari) yang didominasi oleh komponen daun. Total produktivitas menurun dari 5,29 menjadi 2,79 g/m²/hari, diduga akibat perubahan kondisi cuaca berupa menurunnya kecepatan angin dan meningkatnya curah hujan. Selain itu, kondisi perairan seperti suhu (28–30 °C), salinitas (27–32 ‰), pH (7), dan DO (4–5 mg/L) masih sesuai baku mutu ekosistem mangrove. Variasi produktivitas dipengaruhi oleh dominasi jenis dan kondisi habitat, di mana Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata menunjukkan nilai lebih tinggi dibanding Avicennia alba. Secara ekologis, tingginya produktivitas serasah mencerminkan ekosistem mangrove Sabang yang sehat dan masih berfungsi optimal dalam mendukung keseimbangan ekosistem pesisir.&#13;
Kata kunci: mangrove, produktivitas serasah, Rhizophora, faktor lingkungan, Sabang&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MANGROVE SWAMPS - ECOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>577.698</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706059</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 11:51:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-04 10:38:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>