<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706057">
 <titleInfo>
  <title>STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI ESTUARI GAMPONG GEUNTENG KECAMATAN BATEE KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dicky Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur komunitas dan pola sebaran bivalvia serta mengevaluasi kualitas perairan di gampong Geunteng Timur, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan selama April hingga Juli 2025 di tiga stasiun menggunakan metode purposive sampling. Sampel bivalvia dikumpulkan menggunakan kuadrat transek 1 m² sebanyak lima bivalvia per stasiun saat kondisi surut. Identifikasi spesies dilakukan di Laboratorium Biologi Laut, Universitas Syiah Kuala, dan analisis sedimen di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33 individu bivalvia dari tiga famili utama: arcidae, mactridae, dan tellinidae. Spesies dominan adalah Lutraria lutraria dan Tellina timorensis masing-masing 11 individu. Kepadatan tertinggi tercatat di Stasiun II yaitu 2,6 ind/m² dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,26, keseragaman (E) 0,91, dan dominansi (C) 0,30. Pola sebaran seluruh bivalvia di semua stasiun bersifat mengelompok. Kualitas perairan berada dalam kisaran optimal, yaitu suhu 26– 28°C, pH 6–7, salinitas 30–32‰, dan DO 3–4,5 mg/L, sesuai dengan baku mutu PP No. 22 Tahun 2021. Substrat yang mendominasi adalah lempung berdebu. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur komunitas bivalvia sangat dipengaruhi oleh karakteristik habitat, terutama jenis substrat dan kualitas perairan. Stasiun II menunjukkan kondisi paling mendukung bagi kehidupan bivalvia karena kombinasi substrat dan parameter perairannya yang optimal. Sementara itu, pola distribusi mengelompok menunjukkan adanya selektivitas habitat oleh spesies terhadap kondisi lingkungan tertentu.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Bivalvia, estuari, struktur komunitas, kabupaten Pidie, perairan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BIVALVIA</topic>
 </subject>
 <classification>594.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 11:44:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-04 09:49:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>