<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1706049">
 <titleInfo>
  <title>STUDI SIMULASI PERGERAKAN &amp; AKUMULASI SEDIMEN MENGGUNAKAN CLOUD COMPUTING DI WILAYAH PESISIR TIMUR PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU RAIYAN HARITSYAH SYAWALUDDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses erosi merupakan suatu proses pengikisan atau pemindahan material – material tanah dan batuan dari satu tempat ke tempat lain, yang disebabkan oleh seperti air, angin, atau gravitasi. Material yang tererosi tersebut kemudian terbawa oleh aliran air atau angin dan dapat mengendap di daerah yang lebih rendah atau lebih tenang melalui proses sedimentasi. Meskipun sedimen yang terbawa dapat memperkaya lingkungan di beberapa lokasi, sedimentasi yang berlebihan dapat mengubah geomorfologi pantai, mengganggu ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data laju erosi di wilayah pesisir timur Provinsi Aceh yang telah direkam oleh citra satelit agar dapat menjadi acuan mitigasi bencana maupun dampak yang ditimbulkan oleh laju erosi. Penelitian dilakukan dari Oktober 2024 hingga Juli 2025 yang meliputi area penelitian di wilayah pesisir timur Provinsi Aceh. Kajian penelitian ini dilakukan dengan metode remote sensing melalui  model perhitungan  Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Hasil analisis dari penelitian ini berupa data visual yang diproses melalui software Google Earth Engine (GEE). Nilai kehilangan tanah di wilayah pesisir timur Provinsi Aceh diklasifikasikan menjadi lima kelas dengan nilai terendah yaitu 40 ton ha-1 tahun-1 dengan tanda berwarna oranye. Distribusi nilai kehilangan tanah pada penelitian ini memiliki temuan yang variatif di tiap-tiap daerahnya. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pola hasil estimasi pergerakan laju erosi di wilayah pesisir timur provinsi Aceh, serta dapat menjadi acuan data mitigasi bencana oleh erosi. &#13;
Kata Kunci: Laju erosi, pesisir timur Aceh, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, RUSLE.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EROSION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEOGRAPHY INFORMATION SYSTEMS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEDIMENTATION - IN WATER</topic>
 </subject>
 <classification>551.353</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1706049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 11:20:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-13 10:08:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>