EVOLUSI GERAKAN BALAI SYURA : STUDI KRITIS ATAS PERUBAHAN ISU ADVOKASI DAN STRATEGI ORGANISASI DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVOLUSI GERAKAN BALAI SYURA : STUDI KRITIS ATAS PERUBAHAN ISU ADVOKASI DAN STRATEGI ORGANISASI DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK ACEH


Pengarang

SALSABILA HELDIKA PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Annisah Putri - 199208232022032009 - Dosen Pembimbing I
Ardiansyah - 197212261992011001 - Penguji
Cut Maya Aprita Sari - 199004072015042002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2110103010091

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

369

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dinamika sosial dan politik di
Aceh mempengaruhi transformasi organisasi dan isu advokasi Balai Syura Ureung
Inong Aceh. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini
menggali peran Balai Syura sebagai organisasi perempuan yang lahir dari
pengalaman konflik dan ketimpangan gender. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam dengan tujuh informan dari unsur presidium forum, aktivis, pejabat
pemerintah, pengamat sosial, dan akademisi.
Analisis menggunakan teori Metamorfosa Gerakan Sosial dari Christiansen, yang
membagi evolusi gerakan ke dalam lima fase: emergence, coalescence,
bureaucratization, decline, dan adaptive transformation. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Balai Syura mampu bertransformasi dari forum solidaritas
menjadi aktor strategis dalam advokasi kebijakan publik. Gerakan ini adaptif
terhadap perubahan konteks, mulai dari berkurangnya dana Otsus hingga
meningkatnya konservatisme sosial dan kekerasan digital terhadap perempuan.
Transformasi ini menunjukkan bahwa gerakan perempuan tidak bersifat statis,
melainkan dinamis dan responsif terhadap konteks sosial-politik lokal. Penelitian ini
memberikan kontribusi terhadap kajian gerakan sosial perempuan di wilayah
pascakonflik dan menjadi refleksi penting bagi organisasi masyarakat sipil dalam
membangun strategi advokasi yang berkelanjutan.

Kata kunci: Balai Syura, transformasi organisasi, gerakan perempuan, Aceh,
teori metamorfosa.


ABSTRACT This study examines how Aceh's social and political dynamics influence the organizational transformation and advocacy issues of Balai Syura Ureung Inong Aceh. Using a qualitative case study approach, the research explores the forum’s evolution as a women-led organization emerging from conflict experiences and gender inequality. Data were collected through in-depth interviews with seven key informants, including presidium members, activists, government officials, social observers, and academics. The analysis draws on Christiansen’s Social Movement Metamorphosis theory, which outlines five stages: emergence, coalescence, bureaucratization, decline, and adaptive transformation. Findings indicate that Balai Syura successfully transitioned from a solidarity-based forum into a strategic actor in public policy advocacy. The organization has adapted to changing contexts, such as reduced special autonomy funding, growing social conservatism, and increasing digital violence against women. This transformation reveals that women’s movements are dynamic and responsive to local socio-political environments. The study contributes to the literature on postconflict women’s movements and provides critical reflection for civil society organizations to develop sustainable advocacy strategies. Keywords: Balai Syura, organizational transformation, women’s movement, Aceh, metamorphosis theory.

Citation



    SERVICES DESK