<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705977">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU PEMADATAN TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN COLD PAVING HOT MIX ASBUTON PADA PERKERASAN JALAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil Diploma III</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sosial, ekonomi, dan mobilitas masyarakat. Kualitas jalan yang baik bergantung pada mutu material serta teknik pelaksanaan yang digunakan agar mampu memenuhi standar kekuatan dan daya tahan terhadap beban lalu lintas. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah mutu campuran beraspal yang digunakan. Untuk menilai kualitas campuran tersebut, digunakan metode Marshall Test yang bertujuan menentukan nilai stabilitas dan flow sebagai indikator kinerja campuran. Salah satu inovasi yang berkembang saat ini adalah Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA), yaitu campuran beraspal yang menggunakan Asbuton (Aspal Buton) sebagai bahan pengikat alami. CPHMA memiliki keunggulan karena tidak memerlukan pemanasan tinggi sehingga lebih efisien dan dapat digunakan di wilayah yang jauh dari Asphalt Mixing Plant (AMP). Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh pada Bidang Pengujian dan Peralatan dengan fokus pada pengaruh suhu pemadatan terhadap parameter Marshall pada campuran CPHMA. Bahan CPHMA berasal dari PT Bumi Mulia Perkasa, dengan komposisi campuran aspal Buton dan aspal minyak penetrasi 60/70. Enam benda uji seberat 1200 gram dibuat dan dipadatkan pada dua variasi suhu, yaitu 30–35°C (tanpa pemanasan) dan 120–150°C (dengan pemanasan). Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall sesuai SNI 06-2489-1991 dan AASHTO T 245. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemadatan pada suhu tinggi menghasilkan nilai stabilitas, density, dan Marshall Quotient yang lebih baik dan memenuhi spesifikasi Bina Marga (2018). Sementara itu, pemadatan pada suhu rendah menghasilkan flow yang tinggi dan MQ di bawah standar. Dengan demikian, suhu pemadatan tinggi lebih sesuai untuk pekerjaan perkerasan jalan raya, sedangkan suhu rendah direkomendasikan untuk perbaikan berskala kecil dan jalan dengan lalu lintas rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 15:43:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-13 14:54:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>