<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705961">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA PT AGRABUDI JASA BERSAMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizkan Akbar Putra Wardiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Jaya, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, yang merupakan salah satu daerah penghasil batubara di Provinsi Aceh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi geologi permukaan serta mengevaluasi kestabilan lereng tambang terbuka pada Formasi Tutut menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dengan pendekatan Morgenstern-Price melalui perangkat lunak Rocscience Slide. Secara geomorfologi, wilayah penelitian didominasi oleh bentuklahan denudasional berupa perbukitan (60%) dan dataran (31%), serta bentuklahan fluvial (9%). Litologi penyusun terdiri atas batulempung (54,1%), batulanau (22,7%), batupasir (10,9%), dengan sisipan batubara berketebalan 10–50 cm, serta endapan aluvial (12,3%). Analisis petrografi menunjukkan bahwa batulempung dan batulanau diklasifikasikan sebagai mudstone, sedangkan batupasir tergolong lithic arenite. Hasil analisis kestabilan lereng dengan variasi sudut 70˚, 60°, 55°, dan 45° memperlihatkan bahwa sudut 70˚dan 60° memiliki nilai faktor keamanan (FK) &lt; 1,1 sehingga tergolong tidak stabil, sudut 55° menghasilkan kondisi stabil marginal (lereng yang berada pada ambang batas kestabilan) dengan FK mendekati batas minimum (1,036–1,060) terutama pada kondisi dinamis, sedangkan sudut 45° menunjukkan nilai FK &gt; 1,1 pada seluruh kondisi baik statis maupun dinamis sehingga direkomendasikan sebagai geometri lereng yang paling aman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik geologi Formasi Tutut berpengaruh langsung terhadap kestabilan lereng, dengan rekomendasi sudut 55˚ dan 45° sebagai desain operasional optimal untuk tambang terbuka di lokasi penelitian.&#13;
Kata kunci: Pemetaan Geologi, Kestabilan Lereng, Metode Kesetimbangan Batas,  Morgenstern-Price, Tambang Terbuka, Faktor Keamanan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SLOPES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEOLOGICAL SURVEYS - SPECIFIC AREAS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COAL MINING</topic>
 </subject>
 <classification>622.334</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705961</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 14:49:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-13 15:26:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>