<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705943">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SINGKIL DALAM MENANGANI BANJIR (STUDI KASUS DI DESA UJUNG BAWANG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risky Nirwandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Singkil merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerentanan banjir yang tinggi akibat curah hujan intens, pendangkalan sungai, serta perubahan fungsi lahan yang tidak terkendali. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan penanggulangan yang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam menangani banjir, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi di lapangan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di Desa Ujung Bawang sebagai lokasi studi kasus. Teori evaluasi kebijakan publik William Dunn yang menekankan enam kriteria efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan digunakan sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD telah melaksanakan berbagai upaya, mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir, program reboisasi, hingga pemberian bantuan darurat. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan anggaran, koordinasi antarinstansi yang belum optimal, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kondisi infrastruktur yang belum merata, khususnya di wilayah terpencil. Dari aspek efektivitas, kebijakan sudah berjalan namun belum mampu menekan kerugian ekonomi secara signifikan. Dari aspek kecukupan dan perataan, program penanganan banjir belum menjangkau seluruh wilayah terdampak. Kesimpulannya, kebijakan penanggulangan banjir di Aceh Singkil belum sepenuhnya optimal. Perbaikan diperlukan melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengelolaan anggaran yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi formulasi kebijakan publik yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi bencana banjir di masa mendatang.&#13;
Kata Kunci: Evaluasi kebijakan, Penanggulangan banjir, Aceh Singkil, William Dunn, Kebijakan publik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FLOOD CONTROL - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 12:22:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-13 15:31:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>