REPRESENTASI LABELLING PADA PEREMPUAN YANG BELUM RNMENIKAH DALAM SERIAL INDUK GAJAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

REPRESENTASI LABELLING PADA PEREMPUAN YANG BELUM RNMENIKAH DALAM SERIAL INDUK GAJAH


Pengarang

Echa Salsabilla - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010101010092

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

306.815 3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini membahas tentang representasi pelabelan (labelling) terhadap
perempuan yang belum menikah dalam serial ‘Induk Gajah’. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami bagaimana bentuk pelabelan sosial yang ditampilkan
dalam serial tersebut dan bagaimana wacana itu merepresentasikan konstruksi
sosial terhadap perempuan yang belum menikah. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) yang
difokuskan pada adegan, dialog, dan simbol-simbol visual yang menggambarkan
proses pelabelan sosial. Teori yang digunakan adalah teori labelling yang
dikemukakan oleh Edwin M. Lemmert yang membagi pelabelan dalam dua tahap:
Primary Deviance (penyimpangan awal yang belum mendapatkan reaksi sosial)
dan Secondary Deviance (penyimpangan yang terjadi setelah individu menerima
label sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial ‘Induk Gajah’
menampilkan proses pelabelan terhadap perempuan yang single di usia 30 sebagai
bagian dari konstruksi sosial yang menilai bahwa status pernikahan adalah sebagai
ukuran keberhasilan hidup. Label seperti “terlalu pemilih”, “tidak laku”, atau
“menyimpang dari kodrat” mucul dalam bentuk ucapan tokoh-tokoh, tekanan dari
keluarga, hingga perlakuan sosial yang dialami tokoh utama. Namun, serial ini juga
menunjukkan adanya resistensi terhadap pelabelan tersebut dengan cara
menghadirkan tokoh perempuan yang memilih jalannya sendiri dan mendefinisikan
kebahagiaannya sendiri.
Kata Kunci: Representasi, labelling, perempuan, usia 30 tahun,
penyimpangan sosial

This study discusses the representation of labeling of unmarried women in the series ‘Induk Gajah’. This study aims to understand the form of social labeling displayed in the series and how the discourse represents the social construction of unmarried women. This study uses a qualitative research method with a content analysis approach that focuses on scenes, dialogues, and visual symbols that describe the process of social labeling. The theory used is the labeling theory proposed by Edwin M. Lemmert which divides labeling into two stages: Primary Deviance (initial deviation that has not received a social reaction) and Secondary Deviance (deviation that occurs after an individual receives a social label). The results of the study show that the series ‘Induk Gajah’ displays the labeling process for single women at the age of 30 as part of a social construction that considers marital status as a measure of life success. Labels such as “too picky”, “unsellable”, or “deviant from nature” appear in the form of statements by characters, pressure from family, and social treatment experienced by the main character. However, this series also shows resistance to this labeling by presenting female characters who choose their own path and define their own happiness. Keywords: Representation, labeling, women, age 30, social deviation

Citation



    SERVICES DESK