<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705869">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEUNTUNGAN DAN PENGENDALIAN GANGGUAN KEBERLANGSUNGAN USAHATANI MELON (CUCUMIS MELO L.) (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>DI KEBUN MELON AGROWISATA DESA LAM MAYANG, KECAMATAN PEUKAN BADA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shabira Nur Annisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sektor hortikultura memiliki peran penting dalam perekonomian pedesaan, salah satunya melalui komoditas melon (Cucumis melo L.) yang menjadi unggulan di Kabupaten Aceh Besar. Namun, data menunjukkan fluktuasi luas panen dan penurunan produktivitas di Kecamatan Peukan Bada, seiring dengan berkurangnya jumlah petani melon. Fenomena ini diduga dipengaruhi oleh rendahnya keuntungan serta faktor sosial yang menghambat keberlangsungan usahatani. Desa Lam Manyang, yang juga dikenal sebagai kawasan agrowisata, memiliki potensi besar melalui budidaya melon putih dan wisata panen, namun masih menghadapi kendala perhitungan biaya produksi secara rinci. Dengan harga jual melon di tingkat petani Rp 10.000/kg dan di tingkat eceran Rp 15.000/kg, terdapat peluang peningkatan keuntungan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan usahatani melon di Agrowisata Kebun Melon Desa Lam Manyang, serta mengidentifikasi pengendalian gangguan keberlangusngan usahatani melon di Kecamatan Peukan Bada.&#13;
Penelitian dilaksanakan pada Maret 2025 melalui metode survei. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada pemilik usahatani melon. Analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, Revenue-Cost Ratio (R/C), dan Break Even Point (BEP). Sementara itu, faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungan usahatani dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan wawancara dengan petani dan tokoh masyarakat.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani melon di Desa Lam Manyang memiliki biaya produksi sebesar Rp 83.686.000.- Ha/MT dengan total produksi 25.000 kg. Dengan harga jual rata-rata Rp 10.000/kg, penerimaan mencapai Rp 250.000.000.- dan keuntungan bersih sebesar Rp 165.469.833.- Ha/MT. Nilai R/C ratio sebesar 2,9 membuktikan bahwa setiap pengeluaran Rp 1 menghasilkan Rp 2,9 penerimaan, sehingga usahatani ini sangat efisien dan layak dikembangkan. Selain itu, BEP produksi (8.454 kg) dan BEP harga (Rp 3.381/kg) jauh lebih rendah dibandingkan capaian aktual, yang menunjukkan risiko kerugian relatif kecil. Meskipun demikian, faktor keamanan seperti rasa aman dalam mengelola lahan tetap menjadi pertimbangan penting dalam keberlangsungan usahatani melon di wilayah ini.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MELONS - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <classification>635.61</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705869</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 09:16:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-17 15:02:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>