<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705861">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN KONDISI FINANSIAL PELAKU UMKM TERHADAP PEMISAHAN KEUANGAN PRIBADI DAN KEUANGAN BISNIS PADA UMKM AGRIBISNIS DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Murhamah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>UMKM agribisnis memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, terutama dalam hal pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Ketidakmampuan memisahkan kedua jenis keuangan ini dapat menyebabkan ketidakteraturan pencatatan, kesalahan pengambilan keputusan finansial, dan rendahnya keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana literasi keuangan dan kondisi finansial memengaruhi praktik pemisahan keuangan pada UMKM agribisnis, khususnya di Kota Banda Aceh.Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banda Aceh dengan fokus pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor agribisnis yang bergerak di bidang produksi pertanian dan peternakan. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 pelaku UMKM agribisnis di Kota Banda Aceh berdasarkan data Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan tahun 2023. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif serta regresi logistik ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan pelaku UMKM agribisnis di Kota Banda Aceh masih tergolong rendah, sedangkan kondisi keuangan dan penerapan kebijakan pemisahan keuangan pribadi dan bisnis berada pada kategori cukup baik. Selanjutnya, hasil uji regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa literasi keuangan (X1) dan kondisi finansial (X2) berpengaruh signifikan terhadap kebijakan pemisahan keuangan pribadi dan keuangan bisnis pada pelaku UMKM. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi (p-value) masing-masing variabel yang lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,001 untuk literasi keuangan dan 0,003 untuk kondisi finansial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 07:51:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-18 11:03:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>