<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705851">
 <titleInfo>
  <title>“ANALISIS LIMPASAN PERMUKAAN METODE SOIL CONSERVATION SERVICE CURVE NUMBER (SCS-CN) DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) WADUK KEULILING ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD IBNU REVI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Waduk Keuliling yang terletak di Kabupaten Aceh Besar memiliki fungsi penting sebagai penyedia air irigasi, pengendali banjir, serta penunjang kebutuhan air baku dan pariwisata. Namun, perubahan tata guna lahan dan fluktuasi curah hujan menyebabkan penurunan fungsi hidrologis di daerah tangkapan air (DTA) waduk ini. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya limpasan permukaan menggunakan metode Soil Conservation Service Curve Number (SCS-CN) guna mengetahui pengaruh curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan terhadap volume limpasan. Tujuan utama penelitian adalah untuk untuk mengetahui limpasan permukaan yang terjadi di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Keuliling Aceh Besar.&#13;
Penelitian dilaksanakan di DTA Waduk Keuliling, Kabupaten Aceh Besar, pada Agustus–September 2024. Data yang digunakan meliputi curah hujan harian selama 10 tahun (2014–2023) dari BMKG Indrapuri, serta peta administrasi, jenis tanah, tata guna lahan, dan kemiringan lereng dari instansi terkait. Analisis limpasan dilakukan menggunakan metode SCS-CN, yang menghubungkan besarnya curah hujan dengan retensi potensial maksimum (S) berdasarkan karakteristik tanah dan tutupan lahan. Nilai Curve Number (CN) ditentukan dari kombinasi kelompok tanah hidrologis (HSG), jenis penggunaan lahan, dan tingkat kemiringan. Seluruh data diolah menggunakan perangkat lunak pengolah data spasial dan tabulasi untuk memperoleh hasil perhitungan limpasan tahunan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa limpasan permukaan di DTA Waduk Keuliling bervariasi mengikuti fluktuasi curah hujan tahunan. Tahun 2021 menjadi puncak dengan curah hujan tertinggi 1.941,70 mm sedangkan limpasan tertinggi terjadi pada periode tahun 2017 yaitu 371,18 mm/tahun. tahun 2019 menunjukkan nilai terendah dengan limpasan paling kecil, yaitu 88,33 mm/tahun. nilai curah hujan yang tercatat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil analisis limpasan. Faktor-faktor seperti jenis tanah, kemiringan lereng, dan tata guna lahan turut memengaruhi besar kecilnya limpasan, dengan nilai CN yang lebih tinggi pada lahan terbuka dan miring. Kesimpulannya, curah hujan merupakan faktor dominan pembentuk limpasan, namun kondisi biofisik lahan memiliki peran penting dalam menentukan volume aliran permukaan. Pengelolaan lahan berkelanjutan, penerapan teknik konservasi seperti terasering dan reboisasi, serta pemantauan hidrologi jangka panjang sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan fungsi hidrologis Waduk Keuliling.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL CONSERVATION - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>631.45</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705851</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 22:28:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 10:36:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>