<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705843">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KEPADATAN TERHADAP SINTASAN BENUR UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PADA TRANSPORTASI BASAH SISTEM TERTUTUP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIKA ANDIANTO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan	Budidaya Perairan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberhasilan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) sangat bergantung pada kualitas benur, dimana proses transportasi yang tepat berperan penting dalam menjaga kualitas dan tingkat kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan terhadap tingkat sintasan benur udang vaname selama transportasi basah dengan sistem tertutup, serta menentukan kepadatan optimal yang mendukung keberhasilan transportasi. Penelitian dilakukan menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan kepadatan: 1.500, 2.000, 2.500, dan 3.000 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan 1.500 ekor/liter (perlakuan A) memberikan tingkat sintasan tertinggi sebesar 99,10%, diikuti oleh 2.000 ekor/liter (93,74%), 2.500 ekor/liter (88,40%), dan 3.000 ekor/liter (82,83%). Jumlah padat tebar tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap tingkat sintasan benur udang vaname (P&gt;0,05). Parameter kualitas air selama transportasi tetap berada dalam kisaran normal dan masih dapat ditoleransi untuk mendukung kelangsungan hidup benur.&#13;
Kata kunci :  benur udang vaname, sintasan, transportasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHRIMPS - CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>639.68</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705843</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 21:16:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-30 10:23:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>