KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK KEPAYANG (PANGIUM EDULE) SEBAGAI DAHAN BAKAR NABATI PADA MESIN DIESEL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK KEPAYANG (PANGIUM EDULE) SEBAGAI DAHAN BAKAR NABATI PADA MESIN DIESEL


Pengarang

TURMIZI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0909200130024

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S2) / PDDIKTI : 21101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : PROG. STUDI MAGISTER TEKNIK MESIN., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kepayang merupakan suatu jenis tanaman yang banyak terdapat di Aceh dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakatnya. Biji pohon kepayang bisa menghasilkan minyak yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan transesterifikasi minyak kepayang menjadi biodiesel, kemudian menguji karakteristiknya dan juga menguji performansinya pada mesin diesel. Proses transesterifikasi dilakukan berdasarkan basis massa dengan methanol sebagai pelarut dengan jumlah 20% dan NaOH sebagai katalis sebanyak 4 gram untuk setiap liter minyak kepayang. Karakteristik yang diuji berupa densitas, viskositas kinematis, titik nyala, kadar air, nilai kalor, korosi bilah tembaga dan angka asam. Pengujian dilakukan untuk tiga katagori yaitu B-100, B-20, dan B-10. Hanya viskositas kinematis B-100 dan ketiga nilai asam yang tidak memenuhi standar SNI-04-7182-2006, selebihnya semua tennasuk dalam standar ini. Pengujian perfonnansi dilakukan untuk mengetahui besarnya daya yang dihasilkan, konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi tennal. Bahan bakar yang digunakan dalam pengujian perfonnansi B-10 dan B-20 serta solar sebagai pembanding. Daya yang dihasilkan dari bahan bakar solar lebih besar dari dua bahan bakar lainnya, sedangkan konsumsi bahan bakar lebih hemat B-20 diikuti B-10 dan solar. Konsumsi bahan bakar spesifik hasilnya bervariasi sedangkan efisiensi tennal lcbih tinggi dihasilkan oleh B-20 dari pada B-10 dan solar pada putaran tinggi.

Kata kunci : Kepayang, transesterifikasi, pengujian performansi, konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi termal,

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK