STATUS BEBERAPA LOGAM BERAT PADA BERBAGAI SUMBER AIR DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STATUS BEBERAPA LOGAM BERAT PADA BERBAGAI SUMBER AIR DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

SULAIMAN AW - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0309200040026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Air merupakan komponen ekologis yang mutlak diperlukan bagi proses kehidupan di muka bumi. Kandungan logam berat dalamjumlah tertentu pada air tanah akan berbahaya bagi manusia. Untuk itu perlu diketahui status beberapa logam berat pada berbagai sumber air di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2007, dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dibedakan atas tipe penggunaan laban yaitu kawasan pemukiman dan kawasan pertanian. Sampel sebanyak 0,5 liter persampel diambil pada tiga sumber yaitu air sumur pada kawasan pemukiman, air permukaan pada kawasan rawa dan air drainase. Sampel air tanah diambil secara acak (random sampling) pada 6 titik dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 18 sampel. sampel air diamati dengan metode atomic absorption spectrophotometry (AAS), SNI 06-2412-1991 dan dibandingkan dengan baku mutu air (PP. R.I. No. 82 Tahun 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai pH pada berbagai sumber air berkisa antara 7,10 -- 8,18 , Kandungan Hg berkisar antara (0,0005 -0,0045) mg L', Cd (0,0015 -0,0185) mg L' Pb (0,0005
-0,0090) mg L', Cu (0,0005 - 0,0085) dan Zn (0,0015 - 0,0645) mg L'. Secara umum kandungan unsur logam berat tersebut di atas berada dibawah ambang bakumutu, sesuai peruntukannya, kecuali pada air sumur Kampung Mulia (0.0014) dan Dusun sederhana Kopelma Darussalam (0,0013) di atas ambang baku mutu. Namun demikian adanya variasi status beberapa logam berat pada berbagai sumber air di lokasi penelitian, menunjukkan bahwa Kota Banda Aceh terindikasi berpotensi terjadi pencemaran logam berat apabila sumber polutan berupa limbah kota dan limbah domistik maupun limbah lainnya belum terkelola dengan baik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK