<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705729">
 <titleInfo>
  <title>ESTIMASI DEBIT PUNCAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NATURAL RESOURCES CONSERVATION SOIL (NRCS) DI DAS KRUENG BARO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hagi Al-annari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir yang kerap melanda Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, menimbulkan kerusakan infrastruktur, penurunan produktivitas pertanian, dan tekanan sosial terhadap masyarakat. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik fisik DAS memengaruhi besarnya debit puncak, serta bagaimana metode estimasi yang lebih adaptif dapat diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung estimasi debit puncak dengan menggunakan metode Natural Resources Conservation Service – Curve (NRCS) di DAS Krueng Baro, sehingga dapat memberikan dasar ilmiah untuk mitigasi banjir dan perencanaan pengelolaan sumber daya air.&#13;
Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data hidrologi dan spasial, meliputi curah hujan maksimum, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, serta data topografi dari Digital Elevation Model (DEM). Penentuan nilai Curve Number (CN) didasarkan pada kombinasi jenis tanah dan tutupan lahan, yang diklasifikasikan ke dalam kelompok Hydrologi Soil Group (HSG). Selanjutnya, waktu konsentrasi (Tc) dihitung dengan menggunakan rumus Kirpich yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan karakteristik wilayah tropis. Data curah hujan maksimum kemudian diproses untuk menghitung limpasan permukaan (runoff) dengan mempertimbangkan abstraksi awal dan potensi retensi maksimum (S).&#13;
Penelitian ini menemukan bahwa DAS Krueng Baro yang memiliki luas sekitar 56.865 hektar, didominasi tanah Humic Acrisols, dan Dystric Fluvisols yang memiliki kemampuan infiltrasi rendah. Nilai Curve Number (CN) tertinggi terdapat pada kawasan permukiman dengan angka sekitar 92, sedangkan hutan menunjukkan nilai CN yang jauh lebih rendah. Curah hujan maksimum sebesar 88,4 mm/hari terbukti menghasilkan limpasan sebesar 42,57 dan dengan waktu konsentrasi (Tc) 5,39 jam, debit puncak tercatat mencapai 1.248,54 m³/s. Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi tanah, nilai CN, dan Tc memiliki peran penting dalam menentukan besarnya limpasan dan debit puncak di DAS Krueng Baro. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705729</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 14:43:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 14:51:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>