<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705709">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH INTRUSI AIR LAUT AKIBAT BENCANA TSUNAMI TERHADAP TATA RUANG KAWASAN PESISIR KOTA  BANDA ACEH DITINJAU DARI ASPEK SANITASI PERMUKIMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYARIFAH MASTURA ALHABSYI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan kota  tepi  laut  (water front city)  berakar dari faktor-faktor geografi dan sejarah sehingga&#13;
kawasan ini menjadi tempat yang  menarik untuk  permukiman. Perkembangan jumlah penduduk yang sangat besar  menjadikan kota tepi   pantai  ini  rawan   (vulnerable) dan  rentan (susceptible) terhadap berbagai kerusakan-kerusakan lingkungan termasuk intrusi  air laut  sebagai akibat dari bencana tsunami ataupun faktor-faktor lain seperti  eksploitasi air tanah  yang berlebihan.&#13;
&#13;
Kota  Banda  Aceh,  Nanggroe Aceh  Darussalam merupakan wilayah yang  ideal  untuk dijadikan lokasi studi,   mengingat kota   ini  mengalami  kerusakan yang   sangat parah,  termasuk kerusakan lingkungan akibat intrusi  air  laut  akibat bencana 26 Desember 2004.  Bencana itu juga merubah pola  permukiman, baik  itu  yang  ada  di  lapangan saat ini maupun pada  tahap  perencanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota   Banda   Aceh, Nanggroe Aceh   Darussalam.  Tujuan  penelitian ini  untuk   mempelajari pengaruh intrusi  air  laut  akibat bencana tsunami  terhadap tata  ruang  kawasan pesisir  Kota Banda  Aceh  di tinjau dari aspek  sanitasi permukiman. Adapun sasaran penelitian ini antara  lain:&#13;
a.      Sebagai   BAGIAN dari  penyusunan pedoman teknis penataan kawasan  kota  pantai   di  Indonesia pasca  bencana;&#13;
b.     Sebagai BAGIAN dari bahan  penyusunan peraturan daerah  dan rencana detail/rinci tata  ruang  kota&#13;
pantai pasca bencana di seluruh  Indonesia; dan&#13;
c.     Alternatif  kebijakan tata  ruang   dan  penerapan  langkah-langkah  kegiatan  yang   tepat  secara&#13;
operasional pada wilayah yang  berada pada  daerah  yang  rawan terlanda bencana.&#13;
&#13;
Hasil   kajian  &quot;Pengaruh  Intrusi  Air  Laut  Akibat   Bencana  Tsunami  Terhadap   Tata  Ruang Kawasan  Pesisir Kota Banda Aceh Ditinjau  dari Aspek Sanitasi Permukiman&quot; ini menyimpulkan bahwa:  Pertama,  bencana tsunami 26  Desember 2004   meninggalkan  kerusakan  lingkungan berupa intrusi   air laut   yang   secara  langsung  berpengaruh pada  aspek   sanitasi   permukiman penduduk  Kota Banda  Aceh.  Kedua, karakteristik fisik  kawasan pesisir  Kota  Banda Aceh memberikan indikasi akan tingginya vulnerability yang   ada  akan  berbagai  bencana.   Ketiga,  pertumbuhan penduduk di  lokasi penelitian dapat digolongkan tinggi  (2% per  tahun);   kepadatan penduduk bervariasi dari_kepadatan rendah  (2001   --  5001  jiwa/km)  sampai   kepadatan  sangat   rendah   (1  -2000 jiwa/km);  tingkat ketergantungan penduduk di  desa-desa di  lokasi  penelitian masih  dibawah angka kritis  50. Keempat, dukungan masyarakat di  lokasi  studi  untuk  mensukseskan program-program peduli  lingkungan sangat tinggi.   Kelima,  RTRW  Kota   Banda   Aceh   tahun   2006   sama   sekali   belum   memperhatikan  aspek lingkungan dalam  hal  ini intrusi  air laut  akibat bencana tsunami dan belum  sepenuhnya menyerap aspek kebencanaan yang  dimiliki  Kota Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kajian  ini  juga  menghasilkan beberapa  rekomendasi  dalam   berbagai  aspek   antara  lain:   aspek keberlanjutan (sustainable) menjadi salah  satu  hal yang  harus diperhatikan dalam penataan ruang;  aspek konsep tipikal kota  pantai  dimana  batasan kawasan kota  pantai  tidak  hanya mencakup bagian  kota  di darat dan  berhadapan dengan laut  saja, tetapi juga mencakup bagian yang  berada  di  atas  air;  aspek mitigasi bencana dimana penataan ruang  harus  diselenggarakan dengan memperhatikan  kondisi fisik wilayah yang  rentan terhadap bencana; aspek  lingkungan seperti  ruang  terbuka hijau; dan  aspek  good governance kedalam berbagai tingkatan upaya pemaduan basil  tindakan pengelolaan wilayah kedalam perangkat-perangkat   perencanaan  pembangunan  kota   dan   implementasi  serta   pengendalian  dalam pelaksanaan.&#13;
&#13;
Kata Kunci   :  Tata Ruang, Intrusi Air Laut,  Tsunami,  Pasca Bencana&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEAWATER INTRUSION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SANITATION</topic>
 </subject>
 <classification>628.114</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705709</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 14:08:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-21 10:10:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>