<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705667">
 <titleInfo>
  <title>KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI DALAM PENINGKATAN PRESTASI SISWA DI SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marza Halis Munthe</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kualitas pendidikan menengah atas memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing, namun capaian prestasi siswa masih menunjukkan variasi signifikan. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi mendukung peningkatan prestasi siswa di SMA Negeri 3 Banda Aceh dan SMA Negeri 16 Banda Aceh. Pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivistik digunakan untuk mengeksplorasi fenomena secara mendalam melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kedua sekolah memiliki perencanaan kepemimpinan yang sistematis, partisipatif, dan berbasis data, dengan visi-misi yang jelas dan program tahunan yang disusun bersama guru. Kedua, pelaksanaan kepemimpinan bersifat visioner dan komunikatif, didukung pembagian tugas yang terstruktur, komunikasi terbuka, dan pengembangan profesional guru. Iklim organisasi yang kondusif ditandai suasana kerja yang kolaboratif, budaya positif, serta monitoring prestasi siswa yang rutin. Ketiga, peluang yang dimiliki diantaranya: (1) meningkatnya prestasi siswa melalui pendekatan suportif, humanis, dan pembentukan iklim yang kondusif; (2) pengembangan program bimbingan belajar; (3) kegiatan ekstrakurikuler; (4) pembinaan karakter yang terintegrasi, sedangkan tantangan yang dihadapi diantaranya: (1) keterbatasan sarana dan akses teknologi, (2) perbedaan latar belakang sosial ekonomi siswa; (3) kurang optimalnya dukungan orang tua dan rendahnya motivasi belajar; (4) serta konsistensi program. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi kepemimpinan dan iklim organisasi yang sehat untuk mendorong prestasi siswa secara merata dan berkelanjutan di sekolah menengah atas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LEADERSHIP - SCHOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PRINCIPALS (SCHOOL) - ROLE AND FUNCTION</topic>
 </subject>
 <classification>371.201 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705667</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 11:44:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-24 15:51:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>