<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705661">
 <titleInfo>
  <title>EKPLORASI BAKTERI SAPROFIT ASAL TANAMAN PALA SEBAGAI AGENS ANTAGONIS TERHADAP PATOGEN FUSARIUM SP. IN-VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfa Annisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
	Fusarium sp. patogen tular tanah yang merupakan penyebab utama penyakit layu pada tanaman pala. Patogen ini mampu menyerang tanaman dari fase benih hingga dewasa dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Salah satu teknik pengendalian yang sedang pesat perkembanganya saat ini adalah pemanfaatan mikroorganisme (bakteri saprofit nonpatogenik) yang dieksplorasi dari rizosfer tanaman (rhizobakteri). Pendekatan pengendalian hayati melalui pemanfaatan bakteri saprofit dari rizosfer menjadi solusi potensial yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menguji kemampuan bakteri yang berasosiasi pada rizosfer tanaman pala sebagai agens antagonis terhadap Fusarium sp. in vitro.&#13;
	Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Proses penelitian meliputi isolasi dan seleksi bakteri dari tanah rizosfer pala yang sehat, isolasi cendawan patogen dari tanaman pala sakit, serta uji patogenisitas, karakterisasi morfologi dan biokimia, serta uji antagonisme secara in vitro menggunakan metode dual culture.&#13;
	Hasil penelitian, menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 33 isolat bakteri saprofit dari tanaman pala, 24 isolat memberikan hasil patogenesitas sedangkan 9 di antaranya yang bersifat non-patogenik (saprofit), berdasarkan uji patogenisitas pada tanaman tembakau. Isolat-isolat saprofit ini kemudian dikarakterisasi, berdasarkan hasil karakterisasi morfologi secara makroskopis dan mikroskopis diduga beberapa isolat bakteri saprofit yang diperoleh dari rizosfer tanaman pala yang termasuk genus Bacillus sp. (BR1, BR2, BR14, BR25, Burkholdeia sp. (BR6), Flavobacterium sp. (BR5 dan BR23), Acinobacter sp (BR15), dan Enterobacter sp. (BR22) Kemudian beberapa bakteri yang didapatkan dilanjutkan dengan uji daya hambat terhadap Fusarium sp. Hasil yang diperoleh Burkholderia sp. Flavobacterium sp1, dan Bacillus sp3. memiliki efektivitas sangat tinggi dalam menghambat pertumbuhan cendawan patogen, dengan daya hambat yang tinggimpada hari2 awal. Namun, efektivitas penghambatan cenderung menurun pada hari-hari berikutnya, yang diduga disebabkan oleh degradasi senyawa antagonistik.&#13;
	Uji dual culture menunjukkan bahwa pada hari ke-7 setelah inokulasi (HSI) beberapa isolat, seperti Bacillus sp1, Bacillus sp2, Flavobacterium sp1, Acinetobacter sp, Enterobacter sp., Flavobacterium sp2, Bacillus sp4 menghasilkan zona bening yang mengindikasikan adanya mekanisme antibiosis. Isolat Burkholderia memperlihatkan mekanisme overgrowth, sedangkan Bacillus sp3 menunjukkan kompetisi ruang. Namun pada hari ke-14 HSI, Fusarium sp. mampu melakukan overgrowth terhadap hampir semua isolat bakteri, diduga karena menurunnya ketersediaan nutrisi dan aktivitas antibiosis bakteri. Meskipun demikian, pengamatan mikroskopis memperlihatkan adanya kerusakan hifa Fusarium seperti hifa melengkung, mengeriting, bercabang tidak beraturan, abnormal, dan septa memendek. Kerusakan ini mengindikasikan aktivitas enzim hidrolitik (kitinase, β-1,3-glukanase) yang diproduksi oleh bakteri.&#13;
	Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa bakteri saprofit asal tanaman pala tidak semuanya mampu berperan sebagai agens antagonis langsung, tetapi tetap memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan tanaman. Selain menekan patogen melalui antibiosis dan aktivitas enzimatik, bakteri saprofit berpotensi sebagai plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dan pemicu induced systemic resistance (ISR) pada tanaman.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705661</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 11:20:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 11:25:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>