<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705657">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TUTUPAN TERUMBU KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) PULAU WEH, KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang terbentuk oleh organisme laut penghasil kapur (CaCO3) yang terdapat di dasar laut tropis. Ikan karang memanfaatkan struktur kompleks dari terumbu karang untuk berlindung dari predator, berkembang biak, dan sekaligus mencari makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menganalisis kondisi terkini persentase tutupan terumbu karang, mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tutupan terumbu karang, menganalisis kelimpahan ikan karang di kawasan tersebut, dan menganalisis korelasi antara hubungan tutupan karang dengan kelimpahan ikan karang di Kawasan TWA Pulau Weh. Metode pengambilan data terumbu karang menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT) dan metode pengambilan data ikan menggunakan metode belt transect dengan pendekatan Underwater Visual Census (UVC). Data yang didapatkan kemudian diuji hubungannya dengan uji korelasi Pearson menggunakan aplikasi RStudio. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan karang tertinggi terdapat di Ujung Seurawan (63,21%) dan terendah terdapat di Rubiah Channel (20,18%). Kelimpahan ikan tertinggi didapatkan di Barat Seulako (26.760 ind/ha) dan terendah di Batee Meureunon (22.087 ind/ha). Hasil uji korelasi menggunakan aplikasi RStudio menunjukkan bahwa hubungan tutupan terumbu karang dengan kelimpahan ikan karang berkorelasi positif namun tidak signifikan secara statistik. Faktor yang mempengaruhi perubahan tutupan terumbu karang adalah suhu air laut, kualitas perairan, keberadaan polutan atau zat kimia berbahaya dan aktivitas manusia.&#13;
&#13;
Kata kunci: Persentase Tutupan Terumbu Karang, Kelimpahan Ikan Karang, Uji Korelasi Pearson, Aplikasi RStudio</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CORAL REEFS - BIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>578.778 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705657</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 11:19:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-01 09:17:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>