<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705645">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT RUANG TERBUKA HIJAU DI PERKOTAAN TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulana Malik Ibrahim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh  kondisi  eksisting  RTH  di  Perkotaan  Takengon Kabupaten Aceh Tengah yang baru mencapai 12,47% dari total wilayah 20.035 hektare, jauh di bawah target 30% sebagaimana diamanatkan oleh Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang Rencana Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Kabupaten  Aceh  Tengah  dalam  penyediaan  dan  pengelolaan  Ruang  Terbuka  Hijau (RTH)  serta  mengidentifikasi  hambatan  yang  dihadapi  dalam  pemenuhannya  Tata Ruang  Wilayah  Aceh.  Penelitian  menggunakan  metode  kualitatif  dengan  metode deskriptif  dengan  data  diperoleh  melalui  wawancara  mendalam,  observasi,  dan dokumentasi  pada  instansi  terkait,  yaitu  Setda  Kabupaten  Aceh  Tengah,  Dinas Lingkungan  Hidup  Kabupaten  Aceh  Tengah,  Dinas  Pekerjaan  Umum  dan  Penataan Ruang Kabupaten Aceh Tengah, pengamat lingkungan, WALHI Aceh serta Masyarakat. Analisis dilakukan dengan model William N. Dunn yang meliputi perumusan masalah, peramalan  masa  depan  (forecasting),  rekomendasi  kebijakan,  pemantauan  hasil kebijakan,  dan  evaluasi  hasil  kebijakan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa pengelolaan  RTH  di  Kabupaten  Aceh  Tengah  belum  optimal  akibat  lemahnya implementasi kebijakan, keterbatasan lahan, minimnya alokasi anggaran, dan rendahnya partisipasi  masyarakat.  Meskipun  telah  tersedia  dasar  hukum  seperti  Qanun  RTRW Nomor  2  Tahun  2016  dan  Peraturan  Bupati  Nomor  47  Tahun  2021,  pelaksanaan  di lapangan  masih  kurang  efektif  karena  lemahnya  penegakan  aturan  dan  pengawasan. Oleh  karena  itu,  diperlukan  penguatan  koordinasi  antarinstansi,  peningkatan  kesadaran publik, serta evaluasi kebijakan yang berkelanjutan untuk mencapai proporsi RTH ideal di masa mendatang. &#13;
Kata Kunci: Kebijakan Publik, Ruang Terbuka Hijau, Aceh Tengah, Pemerintah Daerah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705645</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 10:21:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-12 10:55:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>