HUBUNGAN POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK DENGAN DERAJAT ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK DENGAN DERAJAT ULKUS KAKI DIABETIK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang
Dosen Pembimbing

Kurnia Fitri Jamil - 196502081996011001 - Dosen Pembimbing I
Teuku Romi Imansyah Putra - 198305272006041002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101010091

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prodi Pendidikan Dokter (S1)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Identifikasi pola kuman penyebab infeksi pada ulkus kaki diabetik berperan penting dalam pemilihan antibiotik yang tepat sehingga dapat meningkatkan efektivitas terapi dan mencegah perburukan klinis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola kuman dengan derajat ulkus kaki diabetik di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional melalui pendekatan retrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medis dari pasien Poliklinik dan Ruang Rawat Penyakit Dalam RSUDZA Banda Aceh periode 1 Januari 2021 - 31 Desember 2023. Seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dijadikan sampel dalam penelitian ini dengan jumlah yang didapatkan sebesar 67 orang. Penelitian ini menemukan pola kuman pada kultur pus pasien ulkus kaki diabetik didominasi oleh bakteri Gram negatif (70,1%) dengan bakteri terbanyak adalah Escherichia coli (27,7%). Antibiotik dengan sensitivitas tertinggi pada bakteri Gram negatif adalah trimethoprim-sulfametoksazol, amikasin, dan imipenem. Antibiotik dengan persentase resistensi tertinggi pada bakteri Gram negatif adalah kloramfenikol, amoksisilin, dan ampisilin. Derajat keparahan ulkus kaki diabetik terbanyak adalah derajat 4 (38,8%). Uji Chi Square dilakukan untuk melihat hubungan pola kuman dengan derajat ulkus kaki diabetik dan didapatkan p-value 0,190 (p-value > 0,05) yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pola kuman dengan derajat ulkus kaki diabetik. Penelitian ini mendapatkan pola kuman ulkus kaki diabetik tidak mengalami perubahan signifikan, tetapi sensitivitas antibiotik pada bakteri terkait mengalami perubahan. Derajat ulkus juga mengalami pergeseran dominasi kepada derajat keparahan berat. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak adanya hubungan yang signifikan antara pola kuman dengan derajat ulkus kaki diabetik.
Kata kunci: Pola kuman, sensitivitas antibiotik, derajat ulkus

Identification of bacterial patterns in diabetic foot ulcer infections plays a critical role in selecting appropriate antibiotics to enhance therapeutic efficacy and prevent clinical deterioration. This study aimed to analyze the relationship between bacterial patterns and the severity of diabetic foot ulcers at RSUDZA Banda Aceh. A descriptive-analytic study with a cross-sectional design and retrospective approach was conducted using secondary data from medical records of patients treated at the Internal Medicine Outpatient Clinic and Inpatient Ward of RSUDZA Banda Aceh from January 1, 2021, to December 31, 2023. A total of 67 patients who met the inclusion and exclusion criteria were included as the study sample. The culture results showed that Gram-negative bacteria predominated (70.1%), with Escherichia coli being the most common isolate (27.7%). Antibiotics with the highest sensitivity to Gram-negative bacteria were trimethoprim-sulfamethoxazole, amikacin, and imipenem, while the highest resistance was observed with chloramphenicol, amoxicillin, and ampicillin. Most diabetic foot ulcer cases were classified as Wagner grade 4 (38.8%). A Chi-square test was used to assess the association between bacterial patterns and ulcer severity, yielding a p-value of 0.190 (p > 0.05), indicating no statistically significant relationship. Although the bacterial pattern remained relatively unchanged, antibiotic sensitivity patterns shifted, and there was a trend toward increased prevalence of more severe ulcer grades. The study concluded that no significant relationship exists between bacterial patterns and the severity of diabetic foot ulcers. Keywords: Bacterial patterns, antibiotic sensitivity, severity of ulcers

Citation



    SERVICES DESK