<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705633">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI KOMPOSISI SERAT PELEPAH PISANG TERHADAP SIFAT FISIS, MEKANIS DAN SIFAT TERMAL PADA PAPAN KOMPOSIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meli Yusma Rahmadani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi serat pelepah pisang terhadap sifat fisis, mekanik, dan termal pada papan komposit berbasis resin epoksi. Variasi komposisi yang digunakan adalah 60:40, 65:35, 70:30, 75:25, dan 80:20 wt.% antara serat pelepah pisang dan resin epoksi. Serat pelepah pisang yang digunakan dipotong sepanjang 1 cm, kemudian dicampur dengan resin epoksi dan hardener menggunakan perbandingan 1:1. Proses pencetakan dilakukan dengan metode hot press pada tekanan 9 ton selama 2 jam, dilanjutkan dengan proses pengeringan selama 48 jam pada suhu ruang. Pengujian yang dilakukan meliputi uji sifat fisis (densitas, porositas, dan daya serap air), uji sifat mekanik (Modulus of Elasticity/MOE dan Modulus of Rupture/MOR), serta uji konduktivitas termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi serat menyebabkan penurunan densitas dan peningkatan porositas serta daya serap air akibat terbentuknya rongga udara dalam struktur komposit. Pada sifat mekanik, nilai MOE dan MOR tertinggi diperoleh pada komposisi 70:30, sedangkan penurunan terjadi pada komposisi serat di atas 75% akibat lemahnya ikatan antar serat dan resin. Sementara itu, nilai konduktivitas termal menurun seiring bertambahnya fraksi serat, dengan nilai terendah sebesar 0,0836 W/m·°C pada komposisi 80:20, menunjukkan bahwa serat pelepah pisang berperan efektif sebagai isolator panas alami. Secara keseluruhan, komposisi 75% serat dan 25% resin memberikan keseimbangan terbaik antara sifat fisis, mekanik, dan termal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa papan komposit berbasis serat pelepah pisang berpotensi dikembangkan sebagai bahan alternatif ramah lingkungan untuk aplikasi panel bangunan dan material isolasi termal.&#13;
&#13;
Kata kunci: Serat pelepah pisang, resin epoksi, papan komposit, sifat fisis, mekanik, konduktivitas termal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANANAS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOSITE MATERIALS - FURNITURE</topic>
 </subject>
 <classification>645.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705633</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 09:55:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-24 10:16:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>