<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705619">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS INTEGRASI NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN MENJADI NOMOR POKOK WAJIB PAJAK DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD MABRUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan dan memperluas basis wajib pajak. Namun, kurangnya pengetahuan dan pemahaman Wajib Pajak mengenai kebijakan integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menghambat efektivitas pelaksanaannya di Kota Banda Aceh. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tujuan, prosedur, manfaat, dan batas waktu integrasi menyebabkan rendahnya partisipasi aktif, sehingga upaya pemerintah dalam membangun basis data tunggal untuk mendukung efisiensi administrasi dan memperluas basis perpajakan belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan kendala integrasi NIK menjadi NPWP di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang mengacu pada teori efektivitas yang mencakup lima indikator: pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini belum berjalan efektif. Sosialisasi kebijakan integrasi NIK menjadi NPWP belum menjangkau seluruh Wajib Pajak, sehingga pemahaman masyarakat masih rendah. Kondisi ini menyebabkan tujuan integrasi, seperti validitas data kependudukan dan perpajakan, efisiensi administrasi, serta peningkatan kepatuhan Wajib Pajak, belum tercapai secara optimal. Akibatnya, sebagian besar masyarakat belum merasakan manfaat nyata dari pelaksanaan kebijakan ini. Kendala yang dihadapi meliputi ketidaksesuaian antara data kependudukan dan data perpajakan yang menghambat proses validasi dan rendahnya tingkat pemahaman serta kesadaran Wajib Pajak terhadap kebijakan integrasi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui KPP Pratama perlu meningkatkan upaya sosialisasi, pembaruan data, dan edukasi kepada masyarakat agar kebijakan integrasi ini dapat terlaksana lebih efektif.&#13;
Kata Kunci:  Efektivitas, Integrasi, NIK, NPWP, Kota Banda Aceh.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705619</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 09:14:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 09:32:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>