Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
BEAUTY PRIVILEGE DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA GEN Z DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
RYAMITHA SHEVANTI KAROLINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Febri Nurrahmi - 198802242015042002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110102010125
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
153.6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sarana komunikasi interpersonal merupakan aspek penting dalam membangun hubungan sosial
yang sehat dan seimbang. Generasi Z sebagai kelompok yang aktif dalam interaksi sosial, tidak
terlepas dari pengaruh penampilan fisik yang memunculkan fenomena beauty privilege.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh beauty privilege terhadap komunikasi
interpersonal pada Generasi Z di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan jumlah informan sebanyak enam orang, terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki
Generasi Z di Banda Aceh dengan karakteristik yang memiliki pengalaman serta lingkungan
sosial yang aktif baik dalam organisasi hingga sosial media sosial, dan perempuan yang menilai
diri mereka sendiri berdasarkan seberapa tinggi tingkat kecantikan yang mereka miliki. Teknik
penentuan informan yang dilakukan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam dengan pedoman semi terstruktur. Analisis data dilakukan dengan teknik
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model interaktif Miles &
Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty privilege memengaruhi kelima elemen
komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap
mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Keterbukaan menjadi negatif karena minder dan
terintimidasi, empati situasional dengan lebih menjaga perasaan individu berpenampilan
menarik, pada sikap mendukung dan sikap positif lebih sering diberikan kepada perempuan
dengan beauty privilege. Sementara itu, kesetaraan menjadi elemen yang paling terdampak
negatif, karena individu dengan daya tarik fisik lebih sering diprioritaskan dalam interaksi,
sedangkan yang lain sering terpinggirkan. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan
respons antara informan laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki lebih menunjukkan
ketertarikan visual secara terbuka, sedangkan perempuan menunjukkan reaksi yang lebih
kompleks, antara kagum dan terintimidasi. Dengan demikian, beauty privilege terbukti
memengaruhi komunikasi interpersonal pada Generasi Z di Banda Aceh secara signifikan, baik
secara sadar maupun tidak.
Kata kunci: Beauty privilege, Komunikasi Interpersonal, Generasi Z, Banda Aceh, Daya Tarik
Fisik
Interpersonal communication serves as an essential medium in building healty and balanced social relationhips. Generation Z, as a group that actively engages in social interactions, is not exempt from the influence of physical appearance,which gives rise to the phonemenon of beauty privilege. This study aims to examine the influence of beauty privilege on interpersonal communication among Generation Z in Banda Aceh. The research employs a qualitative approach with six informants consisting of three females and three males from Generation Z in Banda Aceh, each with active social engagement through organizations and social media, including women who assess themselves based on how attractive they perceive their physical appearance to be. The informants were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through in depth interviews with semi structured guidelines. They analysis processs involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on the interactive model of Miles & Huberman. The findinfs reveal that beauty privilege affects the five elements of interpersonal; communication proposed by Joseph A. Devito openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. Openness tends to become negative due to feelings of inferiority and intimidaton, empathy is situasional, showing more concern toward individuals with attractive appearances, while supportiveness and positiveness are more frequently directed toward women with beauty privilege. Meanwhile, equality is the most negatively affected element, as individuals with higher physical attractiveness tend to receive more attention and priority, while others are often marginalized. The study also indetifies gender based differences, where male informants show more complex reaction, ranging from admiration to intimidation. Thus, beauty privilege is proven to significantly influence interpersonal commununication among Generation Z in Banda Aceh, both consciously and unconsciously. Keywords: Beauty privilege, Interpersonal Communication, Generation Z, Banda Aceh, Physical Attractiveness
ANALISA FENOMENOLOGIS TERHADAP KORBAN BEAUTY PRIVILEGE DALAM DUNIA PEKERJAAN DI KOTA BANDA ACEH (Safira Ramadhan, 2024)
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG DITERAPKAN USTADZ DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MANAR ACEH BESAR (Ashabul Yamin Asgha, 2015)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM PEMBINAAN MORAL REMAJA DI SEKOLAH (STUDI TERHADAP GURU DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA DI SMP NEGERI 8 DARUSSALAM BANDA ACEH) (Fahmi Ramadhan, 2018)
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANAK (STUDI PADA MASYARAKAT GAMPONG MATA IE, KECAMATAN MONTASIK, ACEH BESAR) (Muhammad Syukur, 2017)
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL (cut putri riska, 2015)