<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705591">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI RESIDU ANTIBIOTIK PADA AYAM BROILER DI PASAR RUKOH BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD ALFIAN MAULANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam industri peternakan ayam broiler, terutama terkait dengan keberadaan residu antibiotik dan cemaran mikroba yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Antibiotik yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ayam dapat meninggalkan residu pada daging jika tidak dikelola dengan baik, serta menimbulkan resistensi antibiotik dan reaksi alergi. Pasar Rukoh Banda Aceh sebagai salah satu pusat distribusi ayam broiler belum memiliki data komprehensif terkait keamanan produknya, khususnya kandungan residu antibiotik dan cemaran mikroba.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan residu antibiotik tetrasiklin dan menganalisis total cemaran mikroba (Total Plate Count) pada ayam broiler yang dijual di pasar Rukoh. Penelitian dilaksanakan pada Juni – Juli 2025 di Laboratorium Fundamental Sains, Baet, Kabupaten Aceh Besar. Sampel daging ayam diambil secara purposive sampling dari pedagang dengan volume penjualan tertinggi. Uji residu dilakukan menggunakan metode bioassay dengan indikator bakteri Bacillus cereus, sedangkan uji TPC dilakukan berdasarkan metode Spread plate menggunakan media Plate Count Agar (PCA).&#13;
Hasil uji bioassay menunjukkan bahwa seluruh sampel daging ayam tidak mengandung residu antibiotik tetrasiklin yang terdeteksi, dengan zona hambat 0 mm pada seluruh ulangan, kecuali kontrol positif yang menunjukkan hambatan signifikan. Sementara itu, hasil TPC menunjukkan jumlah koloni berkisar antara 5,55 × 10³ hingga 1,41 × 10⁴ CFU/gram, yang masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 7388:2009 yaitu 1×10⁶ CFU/gram untuk daging segar.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa daging ayam broiler yang dijual di Pasar Rukoh Banda Aceh aman dikonsumsi dari sisi mikrobiologis maupun residu antibiotik. Meskipun demikian, perlu dilakukan pengawasan lanjutan terutama pada organ dalam ayam untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai akumulasi residu dan mikroorganisme.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Ayam broiler, residu antibiotik, bioassay, Total Plate Count (TPC).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIBIOTICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKEN (MEAT) - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.176 513</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705591</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 20:27:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-05 09:14:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>