<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705565">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN NANOENKAPSULASI KITOSAN EKSTRAK MORINGA OLEIFERA TERHADAP HAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAILA NUHA NAJDHA ISKANDAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Endometritis merupakan peradangan pada lapisan endometrium yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meskipun terapi antibiotik umum digunakan untuk pengobatannya, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi. Oleh karena itu, dikembangkan alternatif pengobatan alami, salah satunya adalah nanoenkapsulasi kitosan dengan ekstrak Moringa oleifera (M. oleifera). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas nanoenkapsulasi kitosan ekstrak M. oleifera terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus (E. aureus). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acak Lengkap pola Faktorial, melibatkan dua jenis bakteri, yaitu Gram negatif dan Gram positif. Sampel dibagi menjadi tujuh kelompok: kontrol negatif (P0), kontrol positif (P1), dan lima kelompok perlakuan (P2–P6) dengan variasi konsentrasi (5%, 10%, 20%, 30%, dan 40%). Seluruh kelompok diinkubasi pada suhu 37°C selama 24, 48, dan 72 jam, masing-masing dengan tiga kali ulangan. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji non-parametrik, yaitu uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanoenkapsulasi kitosan ekstrak M. oleifera berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Berdasarkan hasil pengujian, perlakuan dengan konsentrasi 5% dan 10% pada waktu inkubasi selama 48 jam menunjukkan nilai Optical Density (OD) terendah pada kelompok E. coli, masing-masing sebesar 0,179±0,028 dan 0,159±0,012. Adapun pada kelompok S. aureus nilai OD terendah diperoleh pada perlakuan dengan konsentrasi 30% pada waktu inkubasi 24 jam, yaitu sebesar 0,159±0,046. Terdapat interaksi signifikan antara variasi konsentrasi dan waktu inkubasi, menunjukkan bahwa kedua faktor saling memengaruhi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Disimpulkan bahwa nanoenkapsulasi kitosan ekstrak M. oleifera terbukti efektif menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 16:56:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 17:02:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>