<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705547">
 <titleInfo>
  <title>REPRESENTASI PRIA ANDROGINI DALAM KONTEN TIKTOK JOVI ADHIGUNA HUNTER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAFIZHAH PUTRI GHASSANI AZHAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan memahami representasi pria androgini dalam konten TikTok Jovi Adhiguna Hunter. Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial seperti TikTok, telah menjadi ruang penting untuk menampilkan dan menginterpretasikan ulang identitas, termasuk gender. Di Indonesia, di mana norma gender masih cenderung kaku, representasi androgini Jovi Adhiguna Hunter yang memadukan elemen maskulin dan feminin dalam penampilan dan interaksinya menjadi fenomena menarik. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan analisis isi dengan menerapkan teori The Codes of Television oleh John Fiske pada tiga level analisis: realitas, representasi, dan ideologi. Metode pengumpulan data meliputi observasi non-partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi, dengan pemilihan video menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jovi Adhiguna secara efektif merepresentasikan identitas androgini melalui elemen visual dan naratif. Pada level realitas, penampilan Jovi yang menggunakan kostum unisex dan aksesori feminin, riasan minimalis, serta perilaku dan ekspresi dinamis, mengonstruksi realitas gendernya yang fluid. Pada level representasi, teknik sinematografi seperti penggunaan Medium Close Up dan Eye Level Angle, serta kombinasi High Key Lighting dan Low Key Lighting, memperkuat narasi identitas androgini dan menciptakan kedekatan dengan penonton. Dialog langsung dan voice over juga mendukung penyampaian pesan. Pada level ideologi, konten Jovi Adhiguna Hunter mencerminkan ideologi liberalisme yang menekankan kebebasan individu dalam mengekspresikan diri tanpa terikat norma gender tradisional, menantang pandangan heteronormatif dan memperkenalkan perspektif inklusif terhadap keberagaman gender di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyarankan untuk mengeksplorasi representasi androgini pada figur atau platform lain, memperdalam analisis, dan memanfaatkan temuan sebagai materi edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap keberagaman ekspresi gender.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 16:08:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 16:10:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>