<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705535">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI SISTEM TRACEABILITY KAKAO SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN DI KABUPATEN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laila Sonia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknologi Industri Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pidie Jaya yang dikenal memiliki kualitas tinggi di Provinsi Aceh, dengan total produksi mencapai 5.628 ton pada tahun 2023. Namun, produktivitas kakao mengalami penurunan akibat serangan hama dan penyakit, serta usia tanaman yang sudah tidak produktif, disertai dengan berkurangnya luas lahan setiap tahunnya. Kondisi ini menuntut adanya penerapan sistem ketertelusuran (traceability) dalam rantai pasok kakao guna memastikan keberlanjutan dan daya saing kakao Pidie Jaya terhadap daerah penghasil utama seperti Sulawesi. Traceability berperan penting dalam menyediakan informasi mengenai asal-usul, proses produksi, dan distribusi suatu produk, sehingga seluruh pelaku rantai pasok memiliki akses informasi yang transparan baik ke arah hulu (upstream) maupun hilir (downstream).&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem rantai pasok kakao di Kabupaten Pidie Jaya, menganalisis kesiapan pelaku rantai pasok dan pemangku kepentingan dalam implementasi sistem traceability, serta merumuskan tindakan perbaikan terhadap kesiapan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Desember 2024 di delapan kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan petani, pengumpul, industri pengolahan kakao (Socolatte dan Rumoh Coklat), serta instansi pemerintah terkait, yaitu Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pidie Jaya. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara, serta studi pustaka.&#13;
Hasil analisis gap menunjukkan bahwa petani dan pengumpul berada pada kategori “hampir siap” dalam penerapan sistem traceability berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan mutu, serta “siap” pada aspek sosial. Industri pengolah (Socolatte dan Rumoh Coklat) telah menunjukkan kesiapan penuh dalam implementasi sistem traceability. Sementara itu, pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sebagai pemangku kepentingan dinilai “siap” dari aspek teknis, ekonomi, dan sosial, serta “hampir siap” dari aspek mutu. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga masyarakat dalam memfasilitasi pelaku rantai pasok melalui penyediaan gudang penyimpanan, fasilitas uji mutu kakao, serta kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan sistem traceability untuk menjaga kualitas dan daya saing kakao Pidie Jaya.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 15:57:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 16:16:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>