<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1705517">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mauriza Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Logam berat seperti besi (Fe) merupakan salah satu polutan utama dalam air limbah quarry tambang yang bersifat toksik, tidak dapat terurai secara hayati, dan mudah mengendap di dasar perairan. Teknologi membran menjadi solusi potensial dalam pengolahan air limbah secara langsung. Polieter sulfon (PES) adalah salah satu polimer yang umum digunakan dalam pembuatan membran karena stabilitas termal, ketahanan kimia, dan kekuatan mekaniknya yang tinggi, meskipun bersifat hidrofobik. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dilakukan modifikasi membran PES dengan penambahan polivinil alkohol (PVA) dan silika hasil ekstraksi dari abu sekam padi melalui metode sol-gel. Silika hasil ekstraksi memiliki kemurnian sebesar 92,52% dan bersifat amorf dengan ukuran kristal sebesar 0,15 nm, yang dikonfirmasi melalui uji XRF, FTIR, dan XRD. Membran dipreparasi dengan metode inversi fasa, menggunakan variasi komposisi PES murni, PES/silika 1%, PES/PVA 1%/silika 1%, PES/PVA 3%/silika 3% (N3), dan PES/silika 3%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan PVA dan silika secara signifikan meningkatkan sifat hidrofilik, morfologi pori, kekuatan tarik, dan porositas membran. Membran N3 memiliki porositas tertinggi sebesar 39,99%, ukuran pori rata-rata 69,27 µm, dan fluks air murni tertinggi sebesar 37,77 L/m²·jam. Pada uji performa filtrasi, koefisien permeabilitas tertinggi juga ditunjukkan oleh N3, yaitu 16,88 L/m²·jam·bar. Meskipun N4 memiliki nilai rejeksi Fe tertinggi sebesar 99,24%, membran N3 tetap dipilih sebagai yang terbaik karena menunjukkan kinerja paling seimbang antara rejeksi (92,92%), fluks tinggi, dan struktur pori yang optimal. Dengan demikian, kombinasi PES/PVA dengan silika dari abu sekam padi terbukti efektif meningkatkan efisiensi penyisihan Fe dari air limbah quarry tambang batu bara.&#13;
Kata Kunci : Logam Fe, Silika,  Polieter sulfon, PVA, Membran, Ultrafiltrasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1705517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 15:37:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-28 15:51:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>